14 Maret 2012

*Yak. Dokumen 19 halaman sudah dikirim. Saatnya ngeblog*


Berhubung NCW H1 nya baru setengah hari, mari kita lanjutkan dulu petualangan Senin kemarin.

Suami dan saya merencanakan untuk kencan nonton pelem malam itu, jadi sang suami akan menjemput sang istri di kantornya jam 5 sore. Ternyata oh ternyata jam 4.30 si suami baru selesai mandi, inipun ketauan karena dia balas whatsapp di grup. Tapi, tidak perlu mengeluh, toh masih ada waktu. Jam 6 akhirnya dia sampai, kami melaju menuju tengah kota. Etapi berhubung kok rasanya mepet banget ya. Sampe GI jam 6.30, filmnya jam 7.15, sementara istri yang sedang bayar hutang ini pengen isi perut. Maka ganti rencana!

Kami lalu berbelok ke Setiabudi untuk solat Magrib dan menuju ke... ITC Kuningan. Lah kok? Ya iya, karena agenda lain yang kami miliki adalah beli crocs asli-tapi-reject sebagai ganti crocs yang dasarnya sudah merata, plus ngecek stok film seri season terbaru. Dan dapatlah crocs asli-tapi-reject warna ungu. Lucu! Kayak sirup!

Dari sana kami menuju Daeng Tata. Mau makan coto, sudah lama gak kesini. Maklum, Tebet jauh aja gitu loh *ujar orang yang tinggal di Bintaro dan kerja di Kemayoran*. Pengen yang kuah-kuah padahal biasanya pesen Tata Ribs, saya pun ikutan pesan coto seperti suami. Etapi kok rasanya gini ya? Entah saya yang uda lama banget gak makan disini, atau emang rasanya ajaib, tapi saya merasa dagingnya berasa.... daging.

"Lah, bener dong daging rasa daging?", tanya pembaca.

"Ya kan harusnya rasa bumbu atau kuahnya yang sudah meresap", jawab penulis.

Ini bukan ngeluh, ini memberikan fakta hehehe. Anyway, hikmahnya adalah saya jadi makan sedikit. Bahkan tidak bersemangat pesan es pisang ijo.

Besoknya (Selasa), urusan kerja mengerja biasa-biasa saja. Untuk menebus kegagalan rencana kemarin, kami (iya, suami dan saya) memutuskan untuk:

nonton.

Berhubung kapok dijemput telat, istri pengertian ini memutuskan untuk menolak tawaran dibonceng naik motor dari Kemayoran ke GI dan memilih berjalan kaki ke stasiun, naik commuter, turun di Sudirman, lalu berjalan kaki ke GI. Cieh... sehat banget gak sih jalan kaki gitu. Rencana naik kereta yang jam 5.29 gagal karena keretanya uda sampe ketika saya masih harus menempuh perjalanan 50 meter ke peron. Ihiks. Naik yang jam 6 deh. "Ini mau sampe GI jam berapa?", pikir saya. Etapi ajaibnya sampe tuh di GI jam 7 pas. Beli tiket, dan lalu duduk menanti suami tiba, sambil nguping obrolan mas-mas yang nawarin kartu kredit dengan mas-mas yang ditawari kartu kredit.

Jam 7.15 dan suami belum datang. Lah... telat dong inih masuknya. Etapi no complaint. Saya mah emang baik orangnya *disoraki dari kejauhan*. Jam 7.30 baru muncul sang bintang tamu yang ditunggu. Kami masuk audi 5 dan mendapati bahwa filmnya belum mulai. Masih iklan-iklan gitu. Eh ya amplop, bersyukur sih gak ketinggalan film, tapi ini kan artinya blitzmegaplex ngaret. Ya gak sih?

Dan dengan berakhirnya film, kemudian disantapnya Hokben dari counter yang langsung tutup abis kita beli, berakhirlah NCW H2.

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -