27 September 2012

Disclaimer dulu, postingan ini ngomongin diri saya sendiri ya. Bukan orang lain.

Menyebalkan sekali mendapati fakta bahwa saya tidak pernah terlambat datang ke bandara, tidak pernah ketinggalan pesawat, tapi berulang kali terlambat bangun buat solat Subuh *jambak-jambak rambut sendiri*.

Memalukan sekali mendapati fakta bahwa saya sampai pernah mimpi buruk bangun kesiangan  lalu repot sendiri dengan efek sampingnya (ngos-ngosan manggil taksi, ketinggalan pesawat, ngos-ngosan ke tempat rapat, ditatap tajam oleh orang lain), tapi gak pernah mimpi buruk kesiangan bangun Subuh.

Jadi kalau ada jadwal ke bandara pagi buta, saya sudah menyiapkan baju dari malam sebelumnya, nelpon taksi, dan pasang alarm. Sedangkan jadwal Subuh setiap harinya kan cuma perlu bangun, angkat badan ke kamar mandi, siram muka dengan air wudhu, lalu solat (yang biasanya gak sampai 5 menit juga). 'Ajaibnya', kegiatan yang justru jauh lebih sederhana ini malah buat saya jadi berat banget. Berat karena sering terlewat.

Apalagi belakangan ini kebagian pelatihan pagi-pagi terus. Mulai pelatihan jam 8 pagi kan artinya jam 7 sudah harus bangun. Supaya sempat mandi dan sarapan DAN siap di ruangan 15 menit sebelum dimulai. Oh iya, itu waktu Bali ya. Jadi artinya saya bangun pagi jam 6 waktu Jakarta. Dan itu tidak ada masalah, tidak pernah terlambat.

Sungguh. Sungguh. Memalukan.

Harus. Berubah.

One Response so far.

  1. Anonim says:

    Ya harus bruba dong,kayak power renjess gitu;-)

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -