25 September 2012

Siapa yang sudah pernah ke Tanjung Benoa?

Siapa yang malah baru sekarang dengar Tanjung Benoa?


Tuh Tanjung Benoa yang saya lingkari merah plus tanda panah merah.

Teman, Bali itu isinya bukan cuma Kuta ama Sanur aja ya, ada Tanjung Benoa, Bedugul, Serangan, Gianyar, Buleleng, dll. Hm... yang saya sebut itu sih wilayah kerja proyek tempat saya bekerja mencari nafkah dan sebongkah berlian sih hihihi. Nah di suatu hari di bulan Juni, pekerjaan ini membawa saya menginap selama 5 hari di Tanjung Benoa. Di Ramada Resort Tanjung Benoa lebih tepatnya.

Kantor saya memilih Tanjung Benoa karena merupakan salah satu wilayah yang didampingi oleh proyek saya untuk membuat Rencana Evakuasi Tsunami. Ramada resort terpilih karena menjadi salah satu hotel yang menjadi tempat evakuasi vertikal jika ada ancaman tsunami untuk daerah ini etapi kata Office Manager saya harga meeting package mereka juga cakep sih.

Jadi 'panitia' artinya saya menikmati kamar sendirian. Horeeee. Kamar luas, dengan balkon menghadap taman, kamar mandi dengan shower air panas jadi milikku sendiri *posesip*. Saya dua kali menginap disini, yang pertama sepertinya di Garden View Room, yang kedua Pool View Room. Kamarnya luaaasssss *sampe diulang*. TV nya masih tabung sih, tapi buat saya tidak pengaruh. Lha wong kesini buat kerja, seringkali masuk kamar jam 8 atau jam 9 setiap harinya mendapati kamar yang secara ajaib sudah rapi jali tinggal mandi air hangat, buka laptop sebentar, lalu masuk ke dalam selimut. TV nya cuma buat nina bobo aja.
Luas loh itu kamarnya. LUAS *maap norak*

Ini balkon waktu dapat Garden View. Waktu Pool View dan pas di lantai dasar, sebenarnya bisa keluar langsung dari balkon ke kolam renang. Well, ga ngaruh juga sih ke saya yang boro-boro sempat berenang, beli baju renang aja gak sempat *loh kok*.

Oh, dan kaca setinggi badan yang rasanya pengen diangkut pulang aja ke Jakarta *narsis detected*.

Sarapannya lengkap. Segala rupa roti, bubur, telur, salad, cukup lah buat rolling makanan selama lima hari. Biar gak keliatan ndeso nya kalo pas nginep di hotel, di sarapan hari pertama kelilingin tuh semua stall, lihat-lihat apa aja menunya. Seringkali menunya sama setiap harinya, jadi digilir aja. Hari ini sarapan bubur, besok telur (omelet kek, scramble kek), lusa roti (donat kek, roti bakar kek), abis itu nasi/mi goreng, hari terakhir salad. Emang sih trik ini hanya cocok buat yang long stay macam saya.

*lima hari aja kok ngakunya long stay*

**lima hari nya kan dua kali, jadi long juga tho 10 hari itu**

Layaknya pekerjaan luar kota lainnya, maka sebagian besar waktu saya dihabiskan di ruang meeting. Ada yang minat mau tau bagaimana ruang meetingnya? Kayaknya enggak ya.

Oh dan saya makan sehat tiga kali sehari di hotel ini. Jadi sudah ngerasain makanan siang dan malamnya juga. Enak sih dan beragam sih, tapi ya...namanya juga lima hari makan siang dan malam di restorannya, pasti ada menu yang berulang. Maafin aja deh, lahir bathin *apasih*. Oya, ada hiasan buah lucuk di restorannya.
Lucu kan?!


Harganya gimana? Gratis kemudian diteriaki Office Manager "gratis mbahmu". Ya berhubung saya gak ngeluarin biaya, saya gak bisa ngasih tau juga harga kamarnya berapa. Monggo lihat di situsnya aja ya. 

Memang Tanjung Benoa ini lokasinya agak jauh dari kota Denpasar. Tapi taksi bluebird gampang kok dipanggilnya. Telpon aja lalu nunggunya gak lama, karena biasanya ada beberapa yang memang nangkring di sekitar hotel. Hotelnya pun banyak disini. Oh ya, meski cuma bisa ke pantai sekali dua kali selama lima kali dua hari itu (sekali malam di kunjungan pertama, dan sekali pagi di kunjungan kedua) tapi pantainya bersih, dan gak padat. Lha iya, saya ke sananya juga malam dan pagi sih ya *lalu ditoyor*.

Terakhir, ini pemandangan pagi dari Tanjung Benoa. Siapa yang mau ke sana?



- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -