30 Oktober 2012

Yaiks... judulnya enggak banget sih. Kayak acara tipi aja.

Beberapa hari terakhir ada momen-momen 'ck ck ck' yg berhubungan dengan bagian tiga huruf di atas. Jadinya saya berandai-andai, jika kelak saya punya kesempatan mengurusi bidang itu (baik itu perusahaan orang lain atau perusahaan sendiri), berikut adalah hal-hal yang akan (atau tidak akan) saya lakukan:

Satu.
Membayar gaji/honor/fee tepat waktu, karena di dalamnya ada hak orang lain yang masih di dalam kendali kita. Kalo nilainya signifikan untuk cashflow penerimanya, the more reason it should be on time. Bahkan kalau penerimanya 'tidak butuh duit', demoralisasi tetap bisa terjadi yang lalu memunculkan pikiran 'buat apa kerja bener kalo lo ngurusin bayaran buat gue aja gak beres'. Idih curcol.

Dua.
Menyesuaikan beban pekerjaan sesuai kesehatan jiwa pekerjanya. Kalau ga kompeten ya jangan kasih kerjaan yang berat. Dan tidak mentang-mentang punya pekerja yang 'Superman' lantas dikasih kerjaan dobel, tripel, kuartet, dsb juga kali. Yang terakhir ini bisa bikin pekerja Superman nya sakit jiwa ATAU ia akan mengira orang lain yang sakit jiwa. 'Gue aja bisa, masa lu enggak?' dan sebangsanya.

Tiga.
Tanyakan apa motivasi bekerja tiap pekerjanya. Yang motivasinya uang ya dikasih kompensasi yang bisa dikonversi jadi uang. Naik gaji kek, bonus kek. Yang motivasinya belajar, kasih cukup waktu untuk mempelajari hal baru. Kirim pergi training kek. Yang motivasinya mencari jati diri, pastikan semua pekerjaan yang diberikan membawa manfaat. Ehm, curcol lagi.

Empat.
Jangan pernah membuat kesan 'kerjaan gue banyak tauk. Gak sempat deh ngurusin lu'. Karena judulnya aja human resource, ya ngurusin para human itulah kerjaan kita. Lagian yang kerjaannya banyak gak HRD doang kali.

Bakal lebih seru kalau yang komen adalah orang-orang yang sudah pernah (atau sedang) bekerja di HRD nih. Tapi siapa ya?

Published with Blogger-droid v2.0.6

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -