19 November 2012

Libur panjang kemarin, saya dan suami mendadak mengistirahatkan motor. "Mari tak gendong kita naik angkutan umum kemana-mana!" ujar pasangan muda riang gembira ini.

Hari Kamis, ke Gandaria City naik angkot, yang dilanjut taksi. Taksi angkutan umum juga kan.

Hari Jumat, ke BSD naik kereta, yang dilanjut angkot. Pulangnya sih diantar mobil teman.

Hari Sabtu, ke Senayan naik angkot, yang dilanjut taksi (lagi). Niat utamanya mau lihat jam dinding di Plaza Senayan dan kulkas di Senayan City. Iya, rumah kontrakan di Kenari itu tidak ada jam dindingnya, dan ini saya jadikan alasan untuk bangun siang. "Mosok mau lihat jam aja musti bangun dulu dari tempat tidur", keluh istri pemalas. "Okeh, mari kita beli jam dinding", jawab suami yang juga suka bangun siang.

Dan gerai Seiko di Plaza Senayan sudah tutup aja gitu, padahal baru jam 20.45. Ck ck ck. Muter-muter tanpa tujuan di Plaza Senayan buat kami gak asyik. Mungkin karena dinginnya gak masuk akal, mungkin karena barang-barang yang dijual juga harganya gak masuk akal. Jadilah kami menyeberang ke Senayan City, masuk ke Best Denki *waw berima*. Kulkas mertua yang sudah tua *kulkasnya, bukan mertuanya* rencananya akan di'temani' oleh kulkas yang masih muda. Berhubung suami adalah produk keluarga kecil bahagia sejahtera dimana anak cuma dua, jadi kulkas satu pintu saja cukuplah. Lagipula, sekarang kan mertua cuma tinggal berdua saja. Yuk mari kita lihat kulkas satu pintunya.

Dan ternyata, sekarang pilihan untuk kulkas satu pintu itu dikit ya. Ini pasti karena sudah jarang yang beli kulkas satu pintu. Huh. Itu teman suami, pria single bekerja (jadi jarang di rumah), belinya kulkas 2 pintu aja gitu. Ck ck ck.

Berhubung tidak ada yang cocok di hati, kami bersiap pulang. "Ih sia-sia dong kita datang ke sini", ujar sang suami yang tidak suka pulang dengan tangan hampa.

"Biar gak sia-sia, kita nonton Breaking Dawn aja yuk", jawab sang istri cari kesempatan.

Saya sih gak ngefans sama vampir bermuka putih atau serigala yang suka buka baju itu. Tapi sudah baca semua bukunya dan nonton filmnya, kan tanggung kalau satu film terakhir ini gak ditonton. Nonton lah kami.

Berikut bukan review, apalagi spoiler. Hanya celetukan-celetukan kami selama nonton film ini.

"Ih enak ya jogging pake pake baju mini gitu. Gue jadi pengen jogging", ujar istri-pengen-kurus-tapi-malas-olahraga-maunya-diet-aja-tapi-suaminya-gak-mendukung-diet-lalu-si-istri-minta-ke-Impression-aja-tapi-ditolak-mentah-mentah-oleh-si-suami. Saya gak nemu gambar full body si Bella pakai baju ini, cuma yang half body disini.

"Ih rumahnya kusem amat gitu sih", ujar istri-yang-sedang-merengek-minta-dibeliin-rumah-yang-dibalas-oleh-suami-emang-beli-rumah-kaya-beli-kacang-goreng.

"Ih cincinnya Bella kok lama-lama jadi kayak cincin kakek-kakek gitu sih", ujar istri-yang-kemarennya-minta-cincin-berlian-segede-Bella-dan-ditolak-sama-si-suami-yang-bilang-cincin-yang-sekarang-aja-gak-dipake.

"Jacob harusnya bilang, aku serigala dan aku pedofil ke Charlie".

"Ini kenapa tiap gue liat Esme yang keinget dia di Grey's Anatomy mulu ya".

"Ini shooting nya pas Kristen ama Robert masih jadian apa pas uda ada selingkuh-selingkuh itu ya?".

Tuh kan, bukan review kan? Gak spoiler kan?

Anyway, film nya ya begitu-begitu deh. Tapi endingnya keren ah menurut saya. Berantem-berantemnya seru dan menyeramkan, karena kepala-kepala bergelimpangan dimana-mana.

2 Responses so far.

  1. *Huh. Itu teman suami, pria single bekerja (jadi jarang di rumah), belinya kulkas 2 pintu aja gitu. Ck ck ck*

    Kompor kompor kompoooorrr...!!!

  2. apa? mau beli kompor?

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -