19 November 2012

Ehm. Daftar kedua yang berhasil dicoret dari rencana.

Saya dapat kesempatan menginap di Novotel Surabaya ini dalam dua periode. Dua hari, di tanggal 3-5 Oktober, lalu check out karena saya mudik ke Porong, dan kembali lagi selama enam hari, di tanggal 7-13 Oktober.

Lokasinya yang dekat sekali dengan Carefour jadi nilai plus buat kami, yang suka cemilan. Trotoarnya agak menyedihkan sih (karena nyaris gak ada trotoar sehingga jalannya harus melipir banget, sambil berdoa semoga gak ada mobil atau motor atau angkutan umum yang jalannya terlalu minggir.

Eh, ini mau cerita hotelnya apa Carefour nya sih? *kurang fokus*.

 Jadi setelah ada 'insiden' yang membuat saya harus berbagi kamar dengan seorang teman di dua hari pertama itu, untungnya di periode enam hari berikutnya saya dapat kamar sendiri. Bukan salah hotelnya sih, salahkan para peserta lokakarya yang ajaib. Oke kembali ke cerita hotelnya.

Saya enggak tau jenis kamar apa yang saya dapatkan. Yang jelas itu korden lebar kalau dibuka akan membawa saya memandangi.... parkiran mobil. Parking lot view namanya ya. Hahahaha. Kalau kamar di seberangnya sih jadi Pool view gitu dong ya. Kasurnya luas, mungkin 200x200 ukurannya. Masih muat sofa panjang, ada meja dan kursi, dan untuk wara-wiri gak bersenggolan. Luas lah kamarnya.

 Kamar mandinya. Pakai shower atas (yang kalau dipakai jadi kayak hujan-hujanan gitu *maap norak, biasa mandi pakai gayung di rumah*. Lagi-lagi, luas. Dan terasa lampunya. Nah, lihat di sebelah kanan shower itu ada apa? Ada kaca kan. Kacanya mengarah ke mana?

 Yak betul! Ke tempat tidur! Ini antara keren dan agak horor beda tipis ya. Keren karena ya makin berasa luas gitu kan kamarnya. Dan kalau di kamar sendirian, bisa mandi sambil ngeliat ke tivi juga toh. Horor karena, well kalau malam-malam denger suara air menyala gimana? Jadinya pas mau tidur, tirainya saya tutup, jadi saya gak perlu memandangi WC.

Itu lemarinya. Agak susah ya bok foto bagian kamar ini. Jadi ada lemari 2 pintu dengan hanger, lalu tempat buat naruh koper, lalu ada lagi lemari 1 pintu dengan rak-rak untuk naruh baju. Baru di sampingnya ada meja untuk tempat kopi dan teh sachetan plus minibar di bawahnya *maap gak kepoto*.

Anyway, singkatnya kamar OK.

Dan berhubung saya menginap dalam rangka pelatihan, jadi makan 3 kali sehari di hotel ini selama 5 hari. Makan pagi nya pilihannya banyak sih, cuma oh cuma... tempat duduknya pas-pasan. Jadi kalau lagi peak hour, antara jam 7.30 - 8.30 gitu, agak sedih sih nyari tempat duduknya. Di dalam ruangan sudah penuh, di samping kolam, panas. Jadi saya suka rajin bangun pagi biar bisa sarapan jam 6.30. Dear Novotel Surabaya, tolong ya itu jumlah tempat duduk di restoran nya dihitung ulang.

Makan siang, makan malam, dan snack buat coffee breaknya OK lah.

Meeting room nya, menyedihkan. Kami pakai ruang Brawijaya yang merupakan 1/3 ruangan besar. Partisi dari material entah apa itu nyatanya tidak rapat, jadi suara membahana dari ruangan sebelah tembus ke ruangan kami. Dan di sebelah entah acara apa kok pakai lagu-lagu ajeb-ajeb gitu. Krik krik krik. Ya kalau begini kan gak bisa menyalahkan pengguna ruangan sebelah, jadi mari kita salahkan saja hotelnya hahaha.

Di hari kedua kami berhasil dipindahkan ke ruangan lainnya. Yang ternyata menyeberangi kolam renang, naik ke lantai 10 *cieee biar berasa jauh gitu*. Tempat ini alhamdulillah sepi. Ruangannya masih bermodel sekat juga sih, tapi karena hanya kami penghuninya di hari itu, jadi itu jadi milik kami sendiri.

Anyway (lagi). Kalau yang mau menginap, oke lah kamarnya. Yang mau sarapan, selama cukup pagi, oke juga lah makanannya. Yang mau meeting, beware of the partition ya!

Sekian laporan pandangan mata dari Novotel Surabaya.

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -