31 Januari 2013

Hari kejepit kemarin google reader ramai dengan postingan terPEPI. Meski saya tidak kenal langsung dengan orang-orang yang terPEPI, saya suka baca blog-blog mereka akhir-akhir ini, jadi kepo demi kepo membawa saya ke posting demi posting tentang neng pepi ini. Saya tidak kenal pepi, tidak ada urusan dengan pepi, meski kalau tidak salah dulu pernah ngikutin blognya yang pepipepo (bener gak ya namanya? postingannya sih mirip dengan yang di randompeps itu). Postingan kali ini 'terilhami' oleh kejadian terPEPI.

Seorang teman SMA mari kita sebut saja namanya Ken, mengirimkan whatsapp pada saya di  3 Januari 2013 jam 14.23. Dia menuliskan bahwa dia sedang di Pandeglang untuk program renovasi sekolah, dan pada saat yang sama suatu sekolah di Sumbawa kena longsor, ada anak-anak yang jadi korban dan butuh dibawa ke RS. Dia (Ken) kesulitan menemukan atm untuk mengirimkan dana ke timnya di Sumbawa, jadi dia tanya apakah bisa minta tolong saya mengirimkan dulu ke timnya di Sumbawa. 'Nalangin dulu' maksudnya. Nanti sore dia akan kirim balik ke rekening saya.

Oya, teman saya ini sebelumnya pernah menghubungi saya untuk menawarkan untuk berdonasi dalam kegiatan sosial bersama lembaga (tempat dia bekerja? yang didirikannya? saya gak nanya juga sih ) yang punya tagline Menyigi Identitas Indonesia.

Siang itu panas bener, saya sedang selonjoran dengan si neng Pitri di rumah (kontrakan) sambil bikin sesi pemotretan depan-belakang. Jadi saya balas ke dia, "gue lagi gak dekat ATM, dan gak punya sms/internet banking". Ini sambil sedikit ngerasa bersalah juga, karena ngebayangin anak sekolahan yang luka-luka karena longsor dan gak segera terbantu hanya karena saya malas keluar rumah siang bolong.

Ken membalas dengan sopan menyatakan gak apa-apa, dia akan coba ke teman-teman lainnya. Dia juga nanya, kira-kira akan deket ATM nya jam berapa ya. Itu jam 15.41.

Karena gak malu dan enak hati, saya gak jawab WA nya. Saya baru jawab jam 18.31 bahwa saya akan berada di dekat ATM 10menitan lagi, apa masih perlu dibantu. Itu juga karena si Pitri ngajakin ke mall dekat rumah.

Ken jawab bahwa jalanan di tempat dia kejebak jembatan ambrol, tadi siang sudah ada yang bantu, tapi ternyata ada kebutuhan tambahan (nilainya 500ribu lebih murah dari di WA tadi siang).

Saya transfer ke rekening atas nama lembaganya itu. Jam 18.58. Waktu saya kabari kalau sudah transfer, Ken balas bahwa temannya sudah ngabarin bahwa uangnya sudah masuk, dan minta nomor rekening saya untuk transfer balik. Ken juga bilang, dia akan transfer balik nanti malam, seketemunya dengan atm. Itu 3 Januari 2013 jam 18.42. Iya, dia menyatakan itu sebelum saya konfirmasi kalau saya sudah transfer.

4 Januari 2013, jam 21.45. Saya belum nerima transfer sejumlah yang dijanjikan. Karena hari sudah berganti dari janji awalnya, saya kirim WA lagi menanyakan apa sudah transfer. Ken balas bahwa dia belum berhasil ketemu ATM, jadi kemarin malam dia minta sodaranya untuk transfer balik ke saya. Sodaranya ini pakai klik BCA, mungkin karena antar bank gak langsung sampai, masih kata Ken.

9 Januari 2013. Belum ada yang masuk. Saya tanya lagi ke Ken. Masih via WA. Tidak dijawab.

10 Januari 2013. Belum ada yang masuk. Saya tanya lagi ke Ken. Masih via WA. Tidak dijawab.

11 Januari 2013. Belum ada yang masuk. Saya tanya lagi ke Ken  Masih via WA. Kali ini dia menjawab. WAnya bermasalah, mau cek uangnya uda masuk apa belum ke saya tapi gak bisa ngontak via WA. Ken bilang akan konfirmasi dulu ke sodaranya. Waktu dia pulang kemaren dia sudah lihat  bukti transaksinya. Sekarang dia sudah di Taliwang. Ken juga bilang bahwa dia akan kirim balik dari atm nya sendiri karena gak enak uda dibantu kok saya jadi menunggu. Saya balas, kirim aja, kalau nanti masuk dua kali saya akan hubungi lagi untuk mengembalikannya. Ken bilang akan kirim jam 3an. Itu 11 Januari 2013 jam 12.06.

12 Januari 2013 jam 09.35. Belum ada yang masuk. Saya tanya lagi ke Ken  Via WA. Jam 09.44 ada sms masuk dari Ken bilang bahwa dia baru saja sampe di kantor Jakarta. Dari kemaren kirim WA ke saya gak bisa-bisa mau nanya norek (nomor rek nya sudah saya pernah saya kasih di 3 Januari itu). Dia baru ganti handset di kantor dan baru dapat nomor saya. Saya membalas smsnya dengan memberikan (lagi) nomor rekening saya.

13 Januari 2013 jam 09.24. Belum ada yang masuk. Saya tanya lagi ke Ken. Via SMS. Tidak dijawab.

14 Januari 2013 jam 15.11. Belum ada yang masuk. Saya tanya lagi ke Ken.  Via SMS. Ken membalas bahwa urusan minggu ini berantakan semua karena hp rusak, ini baru diambil dari service, dan mau ngabarin saya bahwa 1 jam lagi dia sampai di atm.

15 Januari 2013 jam 14.06. Belum ada yang masuk.

31 Januari 2013 jam 17.59 (saat postingan ini ditayangkan). Belum ada yang masuk.

Sampai disini saya akhiri postingan ini dengan pertanyaan besar:

SAYA DITIPU GAK SIH?

5 Responses so far.

  1. keblug says:

    iyaah deh kayaknya... coba tanya di FB. temen kan?

  2. Ditipuhhhhhhhh.....


    :D coba teman-teman yang lain dikasih tau. Mana tau ada korban serupa

  3. Winy says:

    gw juga di-sms ken soal sekolah yg rusak di sumbawa (?) itu. tapi waktu itu lagi gak mobile jadi gak nanggepin. sebelumnya ken juga pernah minta bantuan buat apa gitu, gw transfer sih. semoga aja itu beneran ken dan disalurkan pada yg benar2 membutuhkan.

  4. @Ira. Kok gue baru ngeh ada komen lo ini ya *tepok jidat*. Kalo ngasih tau teman lain, apa gak fitnah ya jadinya *galau sendiri*

    @Winy. Iya, Ken juga bilang dia minta tolong ke beberapa teman dan jawaban awalnya mirip ke gue. Sebelum-sebelumnya dia memang pernah infoin program bantuan apa gitu, dan gue transfer. Yang moda "pinjem dulu nanti ditransfer balik" memang baru di kejadian ini

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -