16 Januari 2013

Kue pertama yang saya buat adalah zebra-apa-gitu-namanya. Bahan-bahannya adalah kombinasi dari telur, mentega, margarin (hayo... siapa yang gak tau bedanya mentega dengan margarin), tepung terigu. Adonan itu dibagi jadi dua sama rata, yang satu ditambahi coklat bubuk (sebangsa van houten atau cocoa), satu lagi ditambahi minuman coklat (sebangsa milo atau ovantine). Setiap bagian lalu digilas tipis, disimpan dalam lemari es selama 15 menit, dikeluarkan, lalu dibalurkan telur (kuningnya atau putihnya ya, lupa), lalu ditumpuk satu dengan lainnya. Dibelah dua, kemudian ditumpuk lagi. Dibelah dua lagi, kemudian ditumpuk lagi. Nah setelah jadi tinggi, dipotong-potong.

Masalah pertama muncul ketika saya mulai menggilas. Pakai apa menggilasnya? Akhirnya saya gilas saja dengan botol selai sarikaya. Lumayan sih bisa tipis, tapi tidak rata. Harusnya pakai gilingan untuk mi itu mungkin ya.

Masalah kedua muncul setelah digilas. Wadah untuk menaruh di kulkas apa? Jadinya saya pakai loyang (yang untuk dimasukkan ke oven itu). Pilihan yang salah. Karena adonannya menempel di loyang, meskipun sudah diolesi margarin. Mungkin harusnya diberi kertas roti juga ya.

Masalah ketiga muncul ketika ternyata setelah ditumpuk, bentuknya tidak rapi. Ada pojok yang cuma dapat 6 bagian (dan bukannya 8 seperti seharusnya), sehingga ada yang rontok. Pada saat ini, sudah tidak bisa lagi digilas ulang atau dicetak ulang, karena bagian satu dan bagian dua sudah menempel. Dibiarkan saja, juga jelek, karena berantakan gitu. Koki mulai emosi dan putus asa. Hingga akhirnya keluar ide brilian untuk membuatnya jadi bulat bulat saja. Jadi warnanya blend in gitu deh.

Masalah keempat muncul ketika bagian yang dibulat-bulat masuk ke oven. Berhubung warna coklat muda dan coklat tuanya berpadu, maka coklat yang muda menjadi menua. Dan saya kesulitan mengetahui ini sudah matang atau belum hanya dari penampakannya saja. Plus, saking semangatnya, ketiga rak di dalam oven saya isi semua. Walhasil saya sibuk juga buku tutup oven untuk mengganti urutan penempatan rak, supaya matangnya rata.

Kue ini saru antara coklat atau gosong. Saya sih bilangnya "emang warnanya coklat kok" ke suami. Tapi suami bilang "tapi ada rasa gosongnya".

Ihiks.

Percobaan pertama kurang sukses tampaknya.

Update 21 Januari 2013, cara memotongnya sudah dibuatkan postingan sendiri ya Keblug.

One Response so far.

  1. keblug says:

    aah cukuplah suami dikau saja yg coba. bhihik...

    eh, aku ndak bisa bayangin lho yang dipotong dua trus tumpuk2 ituuh, kumaha eta?

    coba fotonya yang detail :D

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -