01 Januari 2013

Hari terakhir 2012 kami (saya dan suami) isi dengan mengantar mertua ke rumah para nenek (neneknya suami, bukan neneknya mertua). Sebagai orang yang biasanya ada di baris ke dua atau baris ke tiga, kami biasanya tidak memerhatikan jalur atau rute yang diambil. Sibuk ngemil, main ponsel, atau gangguin anak orang, biasanya jadi aktifitas kami. Sekalinya ada di baris pertama, suami jadi sibuk nanya "kanan apa kiri nih?" atau "depan belok apa lurus?" sepanjang jalan, dan istri sibuk memakai kacamata sepanjang perjalanan (karena kalau tidak, mari kita ucapkan bye bye aja pada tulisan-tulisan di sepanjang jalan, padahal minus 1 aja loh kanan kiri, hiks).

Rute Bintaro - Cilandak - Tanjung Priok - Bekasi berhasil dijelajahi dengan riang gembira. Meski lampu rem menolak mati sejak di Bekasi, toh kami sampai juga ke Depok. Meski keluar tol satu pintu lebih awal dan hampir salah masuk jalur di sekitar Kampung Rambutan sehingga perlu permisi-permisi pada para calon penumpang yang menanti bis di jalanan (di jalanan ya bok, bukan di trotoar, ya envelope....), toh kami berhasil juga makan di Bebek Slamet Depok.

Setelah memulangkan mertua dengan hormat, kami sesungguhnya berencana jadi warga ibukota tulen dan menikmati malam tahun baru di kawasan Sudirman Thamrin yang malam itu jadi car free night. Namun suami ,yang habis bermanuver di kolong setir untuk mencari switch rem tralalala trilili perlu ganti baju, mandi, dan keramas setelahnya. Istri, yang melihat bahwa di kawasan yang dituju hujan (dan sudah ramai dikerumuni warga pula), ciut nyalinya. Jadilah Newsroom, kopi hitam dan teh tarik, serta Bourne Legacy 4 kami gelar untuk menutup tahun ini. Newsroomnya ternyata tersendat, dan Bourne Legacy nya membuat saya mengantuk. Suara dar der dor petasan sih masih sempat saya dengarkan, sebelum akhirnya menyerah pada kantuk.

Tahun baru? Apaan tuh?

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -