15 Februari 2013

14 Februari kemarin jadi hari-menghibur-tamu-dari-Bali. Kantor saya mengadakan team meeting di Jakarta Senin-Selasa kemarin, menghadirkan seluruh anggota tim (yang nyatanya cuma ada 8 orang, plus 2 orang yang gak bisa ikutan karena sakit) termasuk di antaranya yang dari Jogja dan Bali. Seorang rekan kerja dari Bali, sebut saja namanya Dewi, ditugaskan untuk memperpanjang durasi bekerjanya di Jakarta hingga hari Jumat (hari ini). Saya dan seorang rekan kerja lain, mamanya si kembar, memutuskan untuk menghibur Dewi di tanggal 14 kemarin. Jadi kemarin itu saya meninggalkan rumah pukul 8.15 pagi dan baru tiba di rumah lagi jam 23.30. What a day!

Untuk mengisi hari valentine itu kami (saya dan mamamnya si kembar) memutuskan untuk mengajak Dewi ikutan Flash Mob kemudian nonton di Blitz.

Saya belum pernah ikutan Flash Mob, apalagi Dewi, jadi agak-agak penasaran juga gitu gimana modelnya. Ternyata pelaksanaannya kurang seru (menurut saya), jumlah peserta nya gak cukup banyak (ini berkebalikan dengan ekspresi penyelenggara yang "gak nyangka sebanyak ini yang ikutan"), dan promosinya kurang. Tidak apa-apa, once in a lifetime Flash Mob-an sudah pernah dicoba. Flash Mob nya diadakan di Monas, dengan latar belakang commuterline yang wara-wiri.

Dari Monas kami meluncur ke Grand Indonesia. Rectoverso time! Saya yang memilih film ini karena kedua teman saya gak punya preferensi khusus mau nonton apa, jadi ya untuk hiburan aja, saya pilih film yang bukunya dulu saya bilang biasa-biasa aja. Dewi cukup senang dengan filmnya, banyak 'pesan-pesan' di dalamnya, kata dia. Kata saya? Di postingan lain aja dong ya *tebar-tebar postingan di blog*. Kami nonton jam 16.45 dan tergolong cukup sepi, tapi pas keluar dari audi, bok...rame bener ya itu Blitz. Pada mau palentinan gituh ceritanya ya?

Selesai nonton, teman saya mau memperlihatkan air mancur menari ke tamu kami dari Bali ini, jadilah untuk menunggu jam pertunjukan yang nebak-nebak juga sih kami makan di Yoshinoya. Jam 20.00, lampu dimatikan dan air mancurpun menari. Tamu kami senang melihatnya, kami sang tuan rumah senang mengajaknya.

Tujuan berikutnya adalah menunjukkan Gramedia yang katanya terbesar di Indonesia tapi kok sekarang malah jadi cuma 1 lantai saja dan rak-raknya jadi terasa sesak. Keluar dari Gramedia sudah jam 8.30 dan teman saya masih mau ngajakin 'ngobrol' buat besok. Oh bos kami pasti bangga melihat anak buahnya ini masih nongkrong di Coffee Bean sampai jam 21.30 malam ngobrolin kerjaan.

Saya sampai rumah jam 23.30 malam lalu langsung tertidur pulas.

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -