05 Februari 2013

Dari ndutyke baca bahwa ada GA. Meski gak kenal *nyengir*, tapi untuk meramaikan dunia per-GA-an ikutan gapapa tho Del? *sok kenal*. Toh di persyaratannya gak dibilang harus kenal hehehe.

Buatlah posting di blog masing-masing dengan tema: "Nasihat Terbaik dalam Hidupmu," mencakup: siapa yang memberi nasihat, kapan kamu dinasihati, dan apa dampak nasihat tersebut dalam hidupmu.

Jadi ibu saya pernah 'diangkat' satu payudaranya. Tumor mungkin. Saya waktu itu (dianggap) terlalu muda untuk mengetahui istilah medis atau tindakan medis yang dilakukan, jadi saya hanya mendengar sepotong-sepotong saja. Setelah dioperasi, ibu sempat 'disinar' juga. Beberapa tahun setelah itu, ibu saya kakinya melemah. Saya gak tau (dan gak dikasih tau juga) apakah ini ada hubungannya dengan operasi terdahulu. Yang jelas kakinya melemah bertahap dari bisa jalan agak memincang tanpa alat bantu, lalu butuh tongkat untuk satu kaki, lalu gak kuat sama sekali ngangkat badan (kakinya). Di tahap akhir ini, ibu saya akhirnya dirawat inap di salah satu rumah sakit di Benhil. Saya waktu itu kuliah di Depok, pulang ke Bintaro, tidak kost. Berhubung tidak ada saudara kandung di Jakarta, para tetangga dan tante-tante saya (dua orang adik ibu yang tinggal di Jawa Timur) patungan untuk mencarikan orang untuk menunggui ibu saya di rumah sakit. Mbak Min namanya. Mbak Min ini punya suami dan anak yang masih kecil, jadi gak bisa full nemenin ibu saya. Kalau malam, pulang kuliah, saya naik bis ke Benhil dan 'ganti shift' dengan Mbak Min.

Pulang balik Depok-Bintaro aja uda bikin gempor, apalagi Depok-Benhil. Selamat tinggal deh itu tugas kuliah atau tugas kelompok. Dalam hati sih sering mikir "capeeeeekkkk", tapi ya gak keucap. Mau mengucap sama siapa coba? Saya kan orangnya (ehm) jaim. Gak mau umbar-umbar kesedihan. Seorang teman dekat saya, Ratih namanya, juga sering satu kelompok dalam tugas-tugas kuliah, suatu hari berkata sama saya:

Erma, sakit itu menghapus dosa. Jadi sakitnya ibu Erma sekarang ini, menghapus dosa ibu Erma.

*kemudian muncul 'kaca-kaca' di mata.

**waktu itu saya gak tanya lebih langsung sumber dari kalimatnya, tapi barusan saya cari tahu ternyata ini adalah hadis. Lengkapnya: Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakir dan sejenisnya, melainkan Allah akan menggugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang menggugurkan daun-daunnya (HR. Bukhari no.5660 dan Muslim no.2571). Copas dari sini.

Dasar saya orangnya ngeyelan, yang waktu itu terlintas di kepala saya adalah "ih gak mau, gak usah dihapus dosanya. Gue mau ibu gue sehat aja, gak usah dihapus dosanya". Again, saya ngeyelnya ya dalam hati juga. Tapi dipikir-pikir, kalo nurutin 'eyelan' hati rasanya gak damai, kalo nurutin perkataan si Ratih hati sedikit lebih ringan. Jadi akal sehat saya menyuruh akal gak sehat saya untuk mengingat ucapan teman saya ini.

Ya gak lantas mikir semua penyakit adalah penghapus dosa ya. Kalau menurut saya, penyakit ada 2 jenis:
1. penyakit yang disebabkan oleh kelakuan kita sendiri,
2. penyakit yang 'jackpot' aja datangnya.

Kalau punya maag lalu gak makan teratur sehingga perut melilit-lilit sih, menurut saya ya salah kita sendiri. Kalau penyakit kronis yang kompleks penjelasan secara medisnya (kanker misalnya), buat saya termasuk jenis 'jackpot' itu. Ini mental note buat saya pribadi aja sih. Biar gak lupa menjaga kesehatan, supaya terhindar dari penyakit yang jenis (1), tapi kalau ternyata kena penyakit yang jenis (2) ya hadapi saja sambil mengingat kalimat Ratih di atas.

Begitu ceritanya.

Posting ini diikutsertakan pada Give Away Perdana Dellafirayama, seorang ibu labil yang tidak suka warna hitam dan hijau *ehm, warna ini sih saya gak tau menau, asli nyontek aja dari ndutyke hihihi.

Btw, saya sebenarnya naksir sama spreinya. Lucuk. Cakep warnanya. Tapi oh tapi ukuranna kan queen size ya (160 x 200) sementara kasur saya itu king size (180 x 200). Daripada dapat tapi gak bisa dipakai *bok, pede banget bakal dapat hadiah utama*, kalau boleh rikues tas HPO aja hadiahnya. Ya kecuali kalo ukuran sprei nya boleh diganti ya hahaha *rewel*.

5 Responses so far.

  1. Della says:

    Sama dong, ibuku juga diangkat payudaranya. Karena penyinaran itu juga mematikan sel-sel sehat, makanya tulang pun jadi keropos. Ibuku juga gitu kok, Ma. Jadi sering pegel dan nggak kuat berdiri atau duduk terlalu lama.
    Terus gimana sekarang kabar Bu'e?

    Makasih ya partisipasinya :)
    Mudah-mudahan menangnya tas HPO aja deh, spreinya udah template, nggak bisa diganti, hihihihi..

  2. Hai Della :)

    Oh memang ada hubungannya ya? Berarti aku terlalu malas untuk mencari tahu *toyor diri sendiri*

    Ibuku meninggal 9 tahun lalu. Dari yang kakinya melemah sampai akhirnya dirawat inap itu, sempat pulang ke rumah, lalu rawat inap lagi dan akhirnya meninggal di rumah sakit.

  3. Della says:

    Innalillahi wa inna ilaihi rajiun..
    Moga almarhumah diberi tempat terbaik di sisi Alloh, ya.. T_T

  4. nilaszaki says:

    ratih baca ini sambil senyum-senyum sendiri

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -