09 Maret 2013

Saya gak pernah belajar software layout dan sejujurnya sih gak berminat juga buat menguasai software-software itu. Photoshop, Corel, Indesign. Dalam beberapa pekerjaan yang berhubungan dengan layout, kantor saya biasanya 'melemparnya' keluar. Saya bagian quality check aja nanti alias nyari-nyari kesalahan. Dalam rangka menghemat energi saya nandain mana yang salah, bikin catatan, kirim ke layouter, terima revisian, periksa lagi kadang masih ada aja yang salah dan bikin gatal pengen jambak rambut sendiri, saya belajar seadanya beberapa software di atas. Google lah guru saya, sambil sesekali kalo mentok, teriak-teriak manggil teman saya yang mantan layouter dan sekarang jadi abdi negara. Dengan ini, saya bisa melakukan edit kecil-kecilan. Hemat energi, hemat bandwith juga.

Entah salah ngomong apa saya ke bos, si bos ngira, saya uda bisa make beberapa software itu. Jadilah dia memberi tugas penuh siksaan untuk membongkar file pdf yang tidak ada file mentahnya, untuk kemudian dipasangkan dengan teks yang baru. Ampun.

Satu jam pertama, saya menggalau mau pakai photoshop apa indesign ya. Dua-duanya kok ga ada yang membuat hidup saya lebih bahagia. Akhirnya pilih photoshop. Saking gak ngertinya, setiap kali mau melakukan sesuatu, saya ke google.

How to insert a text in photoshop.

How to set text background in photoshop.

Gradient color in photoshop.

Save a pdf in photoshop.

Semua-mua ditanya ke google. Sempat kepikiran untuk bikin blog tutorial aja sekalian. Sebabnya, di luaran sana jawaban-jawabannya sangat detil, bahkan untuk pertanyaan-pertanyaan 'amatir' seperti yang saya tulis di atas. Lucunya, forum serupa tidak saya temukan dalam bahasa Indonesia.

Setelah beberapa hari ngutak-atik sambil jambak-jambakin rambut sendiri, saya mengirimkan hasil percobaan pertama layout ini ke si bos. Tau apa katanya?

Ini make photoshop? Iya.

Softwarenya legal? Err... enggak. Kalau jadi make ini, beliin softwarenya ya.

Berapa harganya? Tujuh juta aja bos.

*si bos keselek*

Gak deng, ini dialog imajiner saya aja. Aslinya saya kirimin hasilnya ke si bos sambil ngasih tau bahwa software asli nya bisa dibeli seharga 7 juta.

Si bos akhirnya ngasih titah baru:

Dilayout pake MS Word ajah!

Eh ya envelopeeeee, baru lagi ini. Mari kita lanjutkan perjuangan layout ini dengan MS Word.

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -