08 Maret 2013

Di suatu sore yang biasa-biasa saja, saya dan suami bertandang ke rumah seorang teman. Si teman ini beberapa waktu sebelumnya berkunjung ke pameran properti. Dia berhasil menggondol pulang banyak brosur-brosur rumah. Saya iseng dan melihat-lihat beberapa brosur.

Ih luasnya kecil banget, masak dibawah 100 m2.

Ih jauh banget dari ibukota.

Ih mahal banget harganya.

Yak saudara-saudara, cara paling mudah untuk tidak mengakui ketidakmampuan, adalah dengan mencari-cari kekurangan. Wisdom hari ini dari miss Erma. Hahaha.

Dari beberapa brosur, saya naksir satu lokasi. Adanya di daerah Pondok Labu. "Deket tuh sama mertua", kata saya. Kalau lihat di peta, cuma dua kali belok dari rumah mertua. Rumahnya biasa, 3 kamar tidur. Yang bikin naksir adalah:

ada kolam renangnya.

Ihiy.

Meski tidak bisa berenang saya toh bercita-cita punya rumah yang ada kolam renangnya. "Nanti pasti gue jadi bisa berenang deh", rayu saya ke suami. Jadi brosur yang akhirnya saya bawa pulang itu, adalah brosur perumahan yang ada ada kolam renangnya. Bango Residence 2 namanya. Daftar harganya, tidak tersedia.

Di rumah, sebelum menempelkan gambarnya di kulkas (ya ceritanya biar jadi inspirasi gituh, kalik aja beneran bisa kebeli), saya iseng ngebrowsing. Mau tau berapa sih harganya. Ternyata, rumah 'idaman' saya itu harganya:

Lima Milyar aja gituh.

*kucek-kucek mata*.

Ih tapi ini untuk tipe yang 500m2 kok, saya gak butuh yang sebesar itu. Tipe berikutnya ajalah, yang 300m2. Itupun sudah ada kolam renangnya. Harganya berapa?

Masih tiga milyar aja gituh.

*pelan-pelan tutup window browsingan*

**pelan-pelan lipet brosur dengan rapi dan taruh di tumpukan paling bawah biar gak dilihat-lihat lagi**

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -