05 April 2013

Siang ini, dalam salah satu sesi -main siang bolong mumpung libur- saya mendapati pak Maman, orang yang membersihkan makam orang tua saya, datang menagih iuran bulanannya. Ia juga membawa sebuah berita. Beberapa hari yang lalu, salah seorang warga komplek saya meninggal dunia. Jenazahnya dimakamkan di makam wakaf yang sama dengan orang tua saya. Salah seorang pelayat melewati makam bapak saya dan mengenali namanya. "Ini makam pak Rosul?" tanya sang pelayat pada pak Maman. Pak Maman mengiyakan sekaligus menginformasikan bahwa ia juga orang yang 'bertugas' membersihkan makam ini. Rumput di makam bapak saya sudah menggundul. Pelayat ini lalu menyerahkan uang Rp 100.000,- kepada pak Maman sambil berkata "titip pasangin rumput untuk makam pak Rosul ya". Lalu ia pulang.

Pak Maman tidak sempat bertanya nama, ia hanya tau bahwa pelayat ini orang Kalimantan. Kami tidak punya saudara dari Kalimantan. Dan hingga kini saya dan beberapa orang yang mencoba menebak-nebak belum berhasil menemukan 'tersangkanya'.

Bapak saya meninggal tahun 1999. Empat belas tahun yang lalu. Kelak, 14 tahun setelah saya meninggal, masih adakah teman yang mengingat saya?

2 Responses so far.

  1. Bokap Nyokap lu orang baik banget ya Ma.. pengen kenal.. dan slelalu bikin tertampar deh.. cerita lagiiii mau nyontoh.. biar anak(anak) nanti dilimpahi kemudahan.

  2. Amiin... kata pak ustadz, Allah akan membalas kebaikan yang qt lakukan dari jalan yang tidak qt duga.

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -