16 April 2013

Untuk menyukseskan gerakan di-rumah-saja bulan April ini, saya seperti biasa memenuhi stok tontonan dengan DVD serial. Dan berhubung nontonnya di siang bolong (kala suami sedang asyik mencari nafkah) saya bisa memilih film-film yang biasanya tidak lolos uji sensor departemen sensor rumah tangga. Bunheads, adalah salah satu hasilnya.

Cerita dibuka dengan Michelle si penari di Las Vegas yang karirnya mentok di situ-situ aja. Dapat kesempatan audisi, eh langsung divonis NO aja sama si sutradara. Dalam sesi curhat kepada seorang pengagum (stalker yang keukeuh, sabar, baik hati), Michelle malah diajak kawin dan pindah ke kota kecil tempat Hubbel (stalker yang kemudian naik tahta jadi suami) tinggal. Kalimat "let me take care of you" sepertinya yang bikin Michelle kelepek-kelepek.

Hubbel benar tinggal di kota kecil nan damai, dengan kamar tidur yang punya view langsung ke pantai dengan laut biru, etapi Hubbel 'lupa' ngasih tau kalau dia juga tinggal bersama ibunya, Fanny, yang punya studio balet dan punya hobi ngumpulin hiasan rumah kecil-kecil yang bikin penuh rumah mereka. Hubbel juga lupa ngasih tau ke ibunya kalau dia 'pulang kampung bawa istri' hihihi.

Di hari kedatangan mereka, Fanny yang kaget toh tetap mau mengadakan 'wedding party' buat anak semata wayangnya. Pesta yang berakhir duka, karena Hubbel mengalami kecelakaan mobil dan meninggal dunia. Jadilah lanjutan ceritanya mengenai Michelle yang wara-wiri bingung mau ngapain di kampung suaminya ini, Fanny yang masih keki sama menantunya tapi ga bisa gimana-gimana karena Hubbel mewariskan semua hartanya pada Michelle, plus drama romantika di kota kecil dengan tokoh utama gadis-gadis penari balet.

Saya jadi ingin belajar balet.

*lalu ditimpuk KTP*

Sudah terlambat 25 tahun kali jeng.

Michelle ini gaya ngomongnya persis bener dengan Lorelai Gilmore, fisiknya, rambutnya pun mirip. Dimaklumin ya, lha wong produsernya ya si produser Gilmore Girls  (walau gak ngerti juga kenapa harus sama persis sih). Plus pemeran Fanny ya sang pemeran Emily Gilmore. Ada barista ajaib (yang milihin jenis kopi untuk pelanggannya) yang juga main di Gilmore sebagai Kirk.

Drama remaja nya sih ya standar abege gitu. Boo naksir Charlie, Charlie naksir Ginny, trus ada satu lagi naksir Boo, tapi saya nontonnya seneng karena abege-abege disini jago balet. Seneng ngeliat badannya lenteur banget loncat sana-sini.

Kenapa dulu ga milih hobi balet aja sih?

Anyway, belum sempat ngintip apakah serial ini sudah ada season 2 nya. Dan belum sempat nyari gambar buat dipajang di postingan ini.

One Response so far.

  1. Gw pernah nonton.. tapi ga gitu ngerti. Jadi aja udahan. ternyat aawalnya bagus gitu ya...

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -