19 April 2013

Waktu pindah ke kontrakan, saya membujuk suami membawa 2 buah kursi rotan yang tidak berbantalan. Tidak bisa diduduki jadinya.



Kami bertanya ke tukang pembuat bantalan kursi yang memberi harga Rp600.000,- untuk membuat dudukan dan sandaran punggung untuk dua buah kursi. Mahal amat, pikir kami. Bisa buat beli kursi baru itu mah, kami berkesimpulan sepihak. Ya sepihak orang ga pernah survey harga kursi juga. Dalam waktu setahun kami menggalau antara bikin sendiri tapi ga tau beli busanya dimana jadi pake dacron aja kali ya vs ya uda dibayar aja sih sambil bagi rezeki ke si tukang. Galaunya setahun, dan setahun pula kursi itu alih profesi jadi tempat naruh tas.

Bulan ini entah wangsit dari mana saya menemukan bahwa di tanah abang ada toko yang jual busa dan kain cover kursi. Antara jiper karena mikir ini toko pembelinya pasti para tukang yang belanjaannya juta-jutaan campur mau tau bersedia ga mereka ditanya-tanyain gadis (eh, gadis?) ingusan yang nekat mau nyoba jahit sendiri.

Ternyata mereka mau ditanyain. Mau jawab. Dan mau melayani ketika saya kembali beberapa hari sesudahnya. Ya iyalah. Masak ada pembeli ga dilayani.

Yuk beli busa. Beli kain cover. Beli lem. Beli benang.

*upload foto busa

**kok ga bisa?

**hah, blogger for android cuma bisa upload 1 foto per posting apa?

Lanjut di bagian dua deh.
Published with Blogger-droid v2.0.6

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -