20 April 2013

Kembali ke postingan kursi. Mau jadi berapa postingan kalo gini caranya ya *tepok jidat*



Buat yang berniat bikin juga, busa dijual dalam bentuk lembaran 2x1mdengan varian tebal. Berhubung suami-merangkap-sponsor minta dudukan tebal dan sandaran setengah tebal, opsi 5cm dan 10cm yang dipertimbangkan. Dengan jenius saya pilih beli yang 5cm dong. Tinggal ditumpuk dua aja untuk dudukan. Jenius banget gak sih? Oh ya harganya Rp225.000 untuk jenis yang paling bagus (ya percaya aja ama kata penjualnya sih).

Motong busa ternyata gampang banget, cuma perlu cutter. Buat garisnya yang agak PR ya, secara pake pensil jahit, kapur jahit, pensil biasa ga kelihatan. Akhirnya pakai spidol bisa keliatan deh. Untung busanya warna kuning. Kalau pakai busa hitam, PR lagi tuh mau digarisin dengan spidol warna apa. Sambil ngeri bikin baret lantai keramik kontrakan, dipotonglah busa ini. Pinggirnya ga mulus hasilnya, tapi kan nanti dibungkus jadi keliatan hehehehe. Sudah siap lem juga, jadi mari oles-oles.

*ini lem aibon kali ya, baunya mirip

**mabok menghirup lem kelamaan

Setelah buka pintu dan nyalain kipas angin biar ga mabok-mabok amat, voila jadilah bakal calon dudukan. Masih belum berbaju.



*hah, bisa upload foto lagi ya, aku maluuuuuu

Berhubung ini proyek pertama, saya buat sarungnya dari bahan puring. Beli di toko alat jahit Rp10.000/meter. Saya beli 3meter dan pas bener pemakaiannya. Tadinya mau pilih warna yang senada dengan bahan 'beneran'nya, tapi jadinya harus warna gelap. Tapi nanti mikir warna pensilnya pusing lagi, akhirnya pake warna terang aja.



Ga pakai pola, garis langsung aja di kain. Buat 1 bujur sangkar besar buat bagian depan, 2 persegi panjang yang overlap untuk bagian belakang, dan 4 persegi panjang untuk sisi samping. Ukurannya disesuaikan dengan busa yang disesuaikan dengan kursi.

Di blog jahit luar negri sih bilangnya muslin. Jadi mereka kalau mau jahit baju, dicoba dulu dengan bahan 'murah' syukur-syukur jenisnya semirip mungkin dengan aslinya. Jadi kalau ada perbaikan-perbaikan masih ketauan di awal. Kalau uda langsung pakai bahan aslinya, lalu salah, kan pening tuh. Anyway, muslin-muslinan saya ini niatnya selain buat uji coba juga buat lapisan sih. Ngebayangin nyelipin busa di sarung yang ukurannya ngepasss banget kok kayanya perjuangan ya, plus bahan sarung yang saya pilih rentan brudul bagian dalamnya.

Sukses dengan muslin, keringetan masukin busa ke dalamnya (perjuangan juga loh, sambil berdoa jahitan si muslin ga lepas karena ketarik-tarik), saya siap menaklukan bahan aslinya.

Postingannya sudah panjang banget ya, jadi meski sudah bisa upload >1 foto, kita lanjut di postingan berikutnya ya.
Published with Blogger-droid v2.0.6

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -