10 Juni 2013

Ih Bloggerdroid menyembunyikan postinganku.

Sabtu kemarin, kesambet angin kerajinan, paska Subuh saya gak tidur lagi. Itu Sabtu ya, saya gak tidur lagi ya, catat betapa mencengangkannya. Setelah menandaskan setrikaan (ya envelope... setrikaan mulu ceritanya), saya seakan dipanggil oleh kotak di atas meja makan. Masak aku, masak aku!

Dalam sesi jajan-belanja di supermarket, suami menemukan tepung instan Muffin dari Pondan. Istri yang kepedean sudah mahir bikin kue tentu mengiyakan. Hanya perlu tambah telur, air, dan minyak goreng. Lah terus stok mentega, keju cheddar, keju parmesan, dan margarin di kulkas masih gak kepake nih?

Semua bahan dicampur jadi satu, diaduk dengan mixer kecepatan rendah selama 3 menit. Demikian kata pentunjuk di kardus nya. Patuhi saja. Dipanggang selama 20 menit dengan api seadanya tidak tahu berapa suhunya karena pakai oven kompor.

Rasanya enak kok. Coklatnya terasa. Empuknya terasa. Jadi 20 pc dengan loyang muffin kecil. Nanggung bener, secara satu loyang itu isinya 18 pc. Lain kali bisa dipasin 16 pc aja deh, gapapa agak 'tinggi' dikit.

Apakah akan beli lagi dan buat lagi lain kali? Tentu! Gampang gini. Tapi dikasih topping lucu-lucu enak juga kali ya.

 

6 Responses so far.

  1. sah kalau gini.. harus punya oven tangkring, mixer, hepikol, presto, dan pemanggang roti biar bisa bikin kue pondan.. lah kog banyak maunya...

  2. heny says:

    agak kurang meyakinkan dengan warnanya... benarkah rasanya selezat review diatas? jadi pengen coba.

    :D

  3. @Ira. Gyahahaha. Kalo muffin cuma perlu oven tangkring kok

    @Heny. Itu salah lightingnya. Pasti itu!

  4. nilaszaki says:

    warnanya udah bagus kok Erma, coklat banget

  5. nilaszaki says:

    Btw itu judul kok ngiklan banget ya. sekalian minta bayaran sama Pondan deh.

  6. Itu judulnya emang sengaja (mengundang si Pondan) hahaha

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -