24 Juni 2013

Cita-cita: ke luar negeri.

Ke mana? Ke mana aja yang penting ke luar negeri.

Ngapain disananya? Gak penting ngapainnya, yang penting ke luar negeri.

Di atas, adalah contoh cita-cita yang sulit jadi nyata. Karena apa? Karena cita-citanya gak jelas. Padahal kalau dipikir-pikir, mau menjadikannya terpampang nyata bukan khayalan gak susah-susah amat kan ya. Singapura dekat sekali. Tiket pesawatnya pun gak mahal-mahal amat. Pada blogger-blogger ini ke Singapura juga sudah kayak saya ke Bandung aja gitu. Mondar-mandir riang gembira. Masalahnya, yang dibutuhkan untuk ke luar negeri kan bukan hanya uang. Butuh buku berwarna itu loh. Passport. Dan saya gak belum punya.

Bikin aja! Gampang inih.

Ya tapi bikin passport kalau gak untuk dipakai, buat apa juga kan. Lha wong ada yang bercita-cita liburan ke Yogya aja gak kunjung kesampaian.

Perjalanan dinas terakhir kemarin, membawa saya ke suatu tempat yang menghasilkan passport. Iya, menghasilkan passport, bukan membutuhkan passport. Siapa yang langsung ngeh kalau gambar di atas bukan passport betulan? Griya Santrian (yang linknya hari ini gak jalan), tempat saya menginap ternyata memberi passport untuk tamu-tamunya. Lucu. Lumayan menghibur hati orang macam saya yang bercita-cita punya passport hehehe.

2 Responses so far.

  1. heny says:

    bisa yah begitu? kita punya pengalaman cerita yg sama... sama-sama pengen ke LN tapi males ribet ngurus pasport.. males kalo gak kepakai krn alasan ini itu.. #sigh

    #seandainya pasport bs dipesen online

  2. Itu hotelnya aja yang rajin Hen...

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -