14 Juli 2013

Niat hati masak bayam dengan dadar jagung, apa daya jam 11 di pasar bayam sudah tandas.

Pelajaran dari pasar #1: Kalau mau dapat bayam, ke pasar lah sebelum jam 9 pagi.

Kontrakan kami lokasinya dekat sekali dengan pasar. Lima puluh meter paling jaraknya. Jalan kaki lima menit sampai. Sebagai istri rumah tangga yang biasanya belanja sayur di swalayan, lihat sayur, nanya harganya, dan beli sedikit-sedikit itu sungguh menakjubkan. Tau kan kalau beli wortel bisa 2 biji aja? Beras sekilo aja? Telur 1/4 kilo aja? Boleeeeeh.

Resep Capcaynya mannaaa? Sabar dong ah. Cerita dulu.

Siapa gitu, dulu pernah nulis "jangan galak-galak nawar di pasar atau kaki lima, kalau belanja di swalayan atau departemen store ga ada yang berani nawar kan?"

Mengamini tulisan itu, saya asik aja ambil wortel 2, jagung 2, sawi dengan bonggol paling kecil, jagung muda di plastik berisi 6 buah gak pake nanya harga. Dihitung, cuma Rp 20.000,- lebih deh. Itupun si wortel makan jatah Rp 12.000,- "Ini wortel impor ya bu, mahal", kata si penjual seakan minta izin. Eciye, bukan sini ga suka barang lokal ye, cuma wortel (yang katanya) impor itu kan gede, ngupasnya gampang. Yang lokal langsing, susah megangnya. Belanja di pasar di Ramadhan H-1 cua habis kurang dari Rp 50.000,- Itu sudah nenteng beras dan telur ya.

Oh aku merasa ekonomis sekali.

Capcay tak lengkap tanpa bakso. Si suami rikues bakso bermerk B******i, adanya di swalayan aja. Malam bukannya tarawih ke masjid, saya jalan swalayan kuning-hijau. Kalau ini jaraknya sekitar 500m. Jalan kaki dong ah.

Ambil bakso, minyak goreng, kecap asin, saus tiram. Pas bayar Rp 72.000,- Ah asem, tiba-tiba gagal jadi nyonya ekonomis deh.

Resep Capcaynya pake resep rinarinso.


Resepnya saya tulis ulang disini dengan perbandingan eksekusi ala saya plus catatan perbaikan. Eciye, gayanya bikin catatan perbaikan. Ini catatan perbaikan buat saya sendiri loh ya.

Bahan:
1 buah kembang kol (gak pake, gak nemu yang ukurannya kecil)
3 buah wortel (cuma 1, tapi yang impor *bahas terusss*)
1 gelondong sawi putih (paling pake cuma 3-4 lembar aja)
10 butir jamur merang (gak pake)
10 buah bakso sapi (saya pakai 7 buah, masing-masing dibelah jadi 4)
1000 rupiah sawi hijau mungkin hanya 2-3 rumpun (rumpun tuh bukan lembar ya? Saya pakai 2-3 lembar)
1 pasang fillet paha ayam (gak pake, kurang doyan ayam berkuah)
2 buah daun bawang (gak pake, lupa beli)
minyak untuk menumis
Tambahan saya: jagung muda 5 buah, potong serong

Bumbu:
3 siung bawang putih, cincang (100% pake)
1/2 buah bawang bombay, potong besar-besar (100% pake)
2 sdm kecap ikan (saya pakai kecap asin, sama gak sih?)
1 sdm saus tiram (100% pake)
1 sdm minyak wijen (gak pake, dulu pernah beli dan rasanya kok err... wijen sekali)
garam, merica, gula pasir (gak pake, soalnya pas di icip sudah OK buat saya rasanya)
300cc air (100% pake, eh pas jadi dikomen si suami kebanyakan airnya. Lain kali dikurangi deh. Oya saya pakai air matang, biar ga perlu mikir ini airnya sudah matang belum ya)

Cara membuat langsung pakai versi bahan saya aja ya. Yang mau lihat aslinya, monggo klik link nya.
Tumis bawang putih dan bawang bombay sampai layu, masukkan bakso, aduk secukupnya (bakso saya gampang empuk kok).
Masukkan wortel dan jagung muda, tambahkan air. Masak sampai wortel empuk. Tusuk pakai garpu buat tau empuk gaknya. Atau kalau saya abis itu saya makan 1 potong wortelnya biar yakin.
Masukkan kecap asin, saus tiram, sawi putih dan sawi hijau. Masak sebentar. Icip. Eh udah enak. Angkat deh.

Lihat kalau saya hanya pakai sekitar 50% kuantitas bahan tapi hampir 100% kuantitas bumbu? Ya itu sebagai pemasak pemula saya khawatir rasanya hambar, jadi ya brutal aja bumbunya gitu. Tapi prinsip ini sih saya aplikasikan biasanya di ukuran bawang merah, bawang putih, dan bawang bombay. Karena, sesungguhnya saya masih gak ngeh rasa bawang merah, bawang putih dan bawang bombay di masakan itu kayak apa. Sudah pakai aja semua deh.

Saya cukup puas dengan hasilnya. Tinggal kurangi air aja lain kali. Gampang pula. PR nya cuma di manajemen bahan aja. Kemarin itu meski sudah beli sawi dalam ukuran paling kecil, tetap aja sisa. Merenung cari ide mau diapain, keburu layu si sawi. Ihiks. Sedih buang (bahan) masakan.

No pic = hoax? Oh siapa takut. Nih fotonya. Menu sahur H1 Ramadhan.

Selamat puasa. Sahur dan buka pakai apa hari ini teman?

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -