29 Oktober 2013

Semenjak pengajian dipindah dari Masjid BI ke Masjid Al Azhar, saya masih dalam proses pencarian moda transportasi dan rute optimal untuk berangkat dan pulang. Dalam 2 kesempatan ini, saya berhasil menggunakan rute yang berbeda-beda. Ciye dinamis ciye.

Dinamisnya bukan hanya karena rute yang diambil berbeda-beda, tapi juga karena perencanaan ternyata beda dengan pelaksanaan.

Kedatangan pertama.

Di rumah saya merenung-renung, mau pakai rute apa berangkatnya. Terlena dalam keasikan lokasi masjid BI yang sangat keretafriendly (naik angkot 1km dari dan ke stasiun, dan naik kereta 3 stasiun saja), saya pokoknya bertekad memaksimalkan moda kereta yang murah tapi cepat ini. Hidup kereta!

Rencana. Angkot ke Pondok Ranji - kereta ke Kebayoran - Metromini ke Blok M - Transjakarta ke Al Azhar. Ongkos : 11.500

Pelaksanaan. Angkot ke Rempoa - Metromini ke Pakubuwono - ojek ke Al Azhar. Ongkos: 21.000

Kepulangan pertama.

Rencana. Ojek ke Kebayoran - kereta ke Pondok Ranji - angkot ke rumah. Ongkos: 6000+ojek yg belum terprediksi.

Pelaksanaan. Bis ac ke Kampung Utan - angkot ke Bintaro - jalan ke rumah. Ongkos: 12.000.

Agak roaming ya buat yang gak paham geografi Jakarta Selatan dan Selatan Jakarta? Biarin. Yang gak roaming angkat tangan!

Kedatangan kedua.

Rencana. Angkot ke Pondok Ranji - kereta ke Kebayoran - ojek ke Al Azhar. Ongkos: Maksimal 20.000 (termasuk ojek yang belum terdefinisi).

Pelaksanaan. Ojek dari pasar dekat rumah sampai Al Azhar. Ongkos 30.000.

Kepulangan kedua

Rencana. Transjakarta ke Polda - ojek ke Palmerah - kereta ke Pondok Ranji - angkot ke rumah. Ongkos: 8500+ojek yang belum terdefinisi.

Postingan ini dibuat di kereta di perjalanan pulang kedua. Apakah artinya kali ini saya bisa melaksanakan rencana saya? Tidak! Antrian di halte transjakarta mengular sampai ke tangga, hujan gerimis menjadikan ojek bukan pilihan optimal.

Pelaksanaan. Kopaja ke Blok M - bajaj ke Kebayoran - kereta ke Pondok Ranji - angkot ke rumah. Ongkos: 33.000.

Gimana? Dinamis banget kan?

2 Responses so far.

  1. Aku roaming.... langsung baca kalimat terakhir aja dong ya... dinamis dan fleksibel itu bedanya apa?

  2. Kalo dinamis uda direncanain di awal bahwa bisa berubah. Kalo fleksibel berubahnya setrelah ada pemicunya. Ngarang aja ini mah, males buka kamus gue hahahaha

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -