10 Januari 2014

Mau baca episode 1, ke sini ya.

Kalau episode 2, ke sini.

Hari ini sebenarnya sudah kursus hari ke 6, jadi kalau episode 2-5 nya gak buru-buru ditulis, bisa wassalam deh nasibnya.

Episode 3 kursus saya bersama bapak instruktur satunya. Konon kabarnya sih bapak ini pemilik merangkap instruktur. Rute episode 3 ini sebenarnya sama persis dengan episode 2. Bedanya, kali ini ga mati mesin sama sekali. Fiuh... Gak sia-sia berdoa sepanjang jalan menuju tempat kursus. Berhubung gak sengaja ketemu macet, jadi sekalian nyobain nyetir macet. Susah? Gak juga sih. Eciye gak susah. Ya jalanannya lurus, ga nanjak, motor masih lewat di samping kok. Jalan dikit-dikit nya masih pakai metode gigi 1, lepas kopling dikit, tahan, rem. Gas nya gak diinjek babar blas. Lalu di suatu jalan yang menanjak, kok dari kejauhan tampak seperti ngantri mobil-mobil di depan.

"Yah kok macet", keluh saya, padahal mobil masih jalan.

"Kenapa mbak?", instrukturnya bingung kali.

"Itu kayaknya macet pak di depan. Ntar kalau mobilnya mundur gimana?", lah uda ngeri duluan si murid.

"Ya gak mundur lah mbak, kan ada rem", enteng aja si instrukturnya jawab.

Asyem.

Eh eh eh ternyata beneran loh. Pas jalan sedikit-sedikit di agak macet tanjakan, metodenya adalah:
Gigi 1, injek kopling dan rem. Lepas kopling dikit-dikit, begitu mulai suara agak menderu, lepas rem dikit, eh jalan. Trus ya rem+kopling lagi kalau berhenti. Saya yang gak percayaan tapi nurutan, pas dikasih instruksi gitu ya dikerjain. Daripada diklaksonin dari belakang kan. Tapi begitu lewat baru rewel "kok bisa sih pak?". Untuk meyakinkan saya, dicoba lagi deh metode itu di tanjakan yang relatif tidak macet, lebar, dan satu arah. Jadi gak nganggu lalu lintas gitu. Dan emang iya bisa jalan.

Demikian pelajaran baru di episode ini.

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -