05 Juli 2014

Kemaren-kemaren, saya ikut tarawih di 'ruko' dekat rumah. Mungkin karena belum ada masjid/musholla di cluster sementara masjid besar ada melewati Giant (ini semacam threshold peradaban kayanya), warga sini memgorganisir kegiatan ramadhan di 'ruko' ini. Saya melalui pintu yang tulisannya "pintu masuk pria". Abisan ga tau di mana pintu lainnya. Plus dari luar terlihat 2 wanita sudah dengan mukena duduk di dalam, sudah menggelar sajadah juga.

"Perempuannya di sini bu?", tanya saya ke salah satu dari 2 wanita itu. "Iya", si ibu menjawab. Ibu ini tampaknya berusia sekitar 40an, di sebelahnya seperti anak berusia sekitar 12an dengan buku Ramadhan dari salah satu sekolah Islam di BSD. Itu loh, yang harus diisi dengan kegiatan Ramadhan seperti tarawih, isi ceramah, dll.

Setelah gelar sajadah, saya mulai cari informasi pada si ibu, nanya apakah setiap tahunnya ngadain kegiatan di sini, shaf pria nya di sebelah mana, sebanyak apa yang ikut tarawih tiap malamnya. Si ibu nanya saya tinggal di mana, sejak kapan, kontrak berapa, rumah ukuran berapa dan pertanyaan pamungkas yang bikin saya GR malam itu.

"Jadi kesini sama mamahnya?".

Saya bingung dulu. Soalnya saya datang tarawih sendirian.

"Tinggal sama orangtua?", tanyanya mungkin bermaksud memperjelas pertanyaannya.

"Oh enggak bu. Sama suami", jawab saya. Baru ngeh.

Diam dulu.

"Oh sudah nikah toh", tambah si ibu.

Ahak ahak, mukaku dikira anak SMP kali ya. Gak perlu krim anti aging dong.

One Response so far.

  1. ahahahahaha....bener tuh, asik dong gk perlu krim anti aging :D :D

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -