26 Desember 2014

Masih dalam suasana hari ibu, ikut ah bikin posting bertema ibu. Cerita ini tentang ibunya suami. Bumer(tua), saya suka sebutnya.

Minggu lalu suami sakit, diagnosa dokter mandiri (hasil nanya ama temen yang dokter plus browsing sana sini) adalah kecapekan. Jadi yuk istirahat gak ngantor makan tidur makan tidur aja. Berhubung pasiennya juga agak kurang nafsu makan, sang koki pribadi juga kurang nafsu masak. Masaknya sesuai pesanan pasien aja, biar kemakan. Total empat hari suami tidur makan tidur makan. Hibernasi.

Sementara itu, Bumer adalah pemasak handal. Segala masakannya selalu dipuji ENAK oleh pemakannya. Mau itu saudara, tetangga, bahkan orang yang baru kenal. Saya yang baru-baru ini aja masuk episode Ngedapur, pakai taktik menghindari pertempuran langsung. Maksudnya, gak usahlah masak jenis masakan yang jadi andalan bumer. Rendang, sayur buncis, sayur asem, soto ayam. Itu masakan-masakan yang saya hindari untuk dimasak sendiri. Biar ga muncul komentar "enakan punya emak gue" di rumah. Kan bisa mogok makan sang koki. Saya masak yang kira-kira bumer ga pernah masak atau lebih bagus lagi, gak tau jenisnya. Macaroni schotel atau pancake misalnya. Jenius gak tuh taktiknya hahahaha.

Zaman belum ada cucu, menjelang wiken Bumer suka nanya ke kami, mau dimasakin apa nih besok? Dengan prinsip segampang dan semurah mungkin, suami akan minta bayam dan saya minta tempe mendoan. Ini sekaligus jaga-jaga kalau kami ternyata mau makan diluar di akhir pekan, biar ga dongkol amat kalau masakannya gak kemakan gitu. Padahal suami doyan daging dan udang juga. Bayam dan mendoan muncul hampir tiap akhir pekan. Padahal suami suka daging bumbu riau dan saya suka udang kentang balado yang biji cabenya sudah dibuang biar gak pedas. Dua jenis masakan ini selain mahal bahan bakunya, proses masaknya juga lama, jadi kami gak pernah sebut.

Sejak ipar 'memproduksi' tiga bocah rempong (ponakan kita, cucu bumer), jenis masakan yang muncul di akhir pekan pun disesuaikan dengan favorit para bocah rempong ini. Bocah 1 doyan cumi cabe ijo, bocah 2 doyan lele, bocah 3 kayanya doyan sayur asem. Ketiga bocah doyan sayur sop. Itu melulu aja menunya diputer di akhir pekan. Walaupun pizza ya diserbu juga, minuman bersoda bikin ngiler hahahaha.

Minggu sore lalu, kami bersiap keluar. Suami mau stretching kaki biar kuat nyetir dan ber-ac ac ria biar kuat ngantor. Tau-tau ada Bumer di depan pintu, datang sendiri naik bis dari Cilandak ke tempat kami, bawa plastik besar. Isinya: sayur asem, tahu tempe bacem, cumi cabe ijo, dan daging bumbu riau. Oh tak lupa nasi putih juga. Semua dalam porsi sedikit. Pas untuk 2 porsi sebenarnya, kalau lagi sehat. "Adek doyan kan ini, biar makannya banyak, biar cepat sembuh", kata Bumer

Aw. Co cuit...

Eh, ada yang tau gak daging bumbu riau seperti apa hayo?

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -