09 Januari 2015

Dua ribu empat belas adalah tahun penuh warna buat saya. Banyak hal yang jadi pengalaman baru, yang dikerjakan dengan informasi minim bagaimana seharusnya dikerjakan. Tapi tetap harus dijalani tanpa bisa menunggu sampai informasinya lengkap.

Pondok Rajeg
Ini milestone besar hidup saya. Masih maju mundur untuk mendokumentasikan kejadian dan prosesnya. I believe I learnt a lot, but I couldn't make myself writing it without bursting to tears. Saya putuskan untuk menaruhnya dalam 1 paragraf ini (for now) sebagai pengingat diri. Ada banyak hikmah yang tak terduga. Ada banyak airmata, namun juga banyak Alhamdulillah. Per awal November, episode ini berakhir.

Fatmawati
Pakmer 3 kali opname tahun ini. Pertama April selama 32 hari, sekitar 3 minggu di antaranya di Fatmawati. Kemudian Agustus sekitar 1 minggu dan terakhir Desember kemarin juga 1,5 minggu, keduanya di Fatmawati. Sampai bosan liat rumah sakit ini. Keuangan dan mental 3 keluarga goyang kanan kiri. Apa? Asuransi kesehatan? Ini sudah dengan Rp 20juta plafon kesehatan dari kantor Pakmer plus BPJS. Ternyata sakit itu biayanya bukan cuma yang ada di bon rumah sakit teman. Ada antibiotik yang harus beli di luar, adult pants yang lebih mahal dari baby diapers, underpad, bensin ekstra, parkir, makanan yang nunggu, hiburan yang nunggu. Ngos-ngosan ngerekap bon nya. Tapi jalanin saja. Mau gimana lagi?

Pindah rumah
Kontrak aja pindah-pindah. Ya namanya kontrak wajar juga kali pindah-pindah. Sejak April, kami jadi penghuni cluster berlogo lebah di ujung tol JORR. Rumahnya cukup, kompleknya enak, jalur angkot sudah ketemu. Eh...kemudian muncul drama ruko di belakang rumah. Ca ca ca pe deeeh.

Si Oren lunas
Setelah 2 tahun jadi tawanan KPM, akhirnya November cicilan-cicilan itipun berakhir. Ihiy! Mudah-mudahan habis ini punya mobil gak usah pakai nyicil. Hah? Mobil apa lagi? Ya cita-cita kan boleh tinggi. Ya kan kan kan.

Istri rumah tangga setahun penuh
Ternyata belum bosan. Ternyata belum nol saldo dana darurat pribadi. Ternyata masih ada rezeki buat tenteng makanan ke Hankam. Ternyata masih sempat diajak ke Bali juga oleh kantor lama. Ternyata masih diminta bantuan oleh teman-teman kerja. Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah.

Masak setahun (tidak penuh)
Masih tetap harus liat resep, tapi alhamdulillah masih terus masak. Masih nunggu hand blender sama oven gas yang entah kapan bisa dimunculkan di rumah, tapi galau mau ditaruh di mana. Rumah minimalis apa kabar rumah minimalis?

Donor darah pertama
Dibuka dengan hati berbunga karena tensi dan Hb berada pada kisaran layak jadi donor, diseling dengan patah hati saat disuruh nimbang dan lihat angkanya, ditutup dengan pernyataan jumawa ke suami "sebentar doang kok, gak sakit". Meski gak berani juga lihat jarum dan selangnya. Alhamdulillah gak pingsan sebelum, selama, dan sesudah donor darah. Mempertimbangkan untuk melakukannya reguler. Selain dapat biskuit, susu kotak, dan telur rebus, dapat Fish n Chips juga. Yang terakhir, dari suami yang belum berani donor darah ahahahaha.

Banyak yang ingin dikerjakan, dimiliki, dan dirasakan di 2015. Mudah-mudahan ada umur, rezeki, dan kesehatan untuk mencapainya.

One Response so far.

  1. Amiiin. Mudah-mudahan 2015 sesuai dengan yang diharapkan dan berlimpahan berkah.. :)

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -