02 April 2015


Ada pohon Nangka di depan rumah tetangga di Bintaro. Buahnya banyak. Saat buahnya matang, siapapun yang lewat akan berhenti dan menyampaikan pesan "mau dong Nangka nya". Dulu, waktu saya masih di Bintaro, kala ada Nangka matang yang sudah dipetik dan dikupas, akan dibagi ke rumah kami, dalam keadaan bisa langsung dicaplok. Siap makan maksudnya. Tau kan manisnya buah yang matang pohon? Pokoknya tidak ada Nangka beli yang bisa mengalahkan manisnya Nangka matang pohon ini deh.

Setelah 'geser' ke selatan Jakarta, saya harusnya sudah hilang dari daftar penerima buah ini. Lha wong jaraknya sudah terpisah tol seharga Rp 16.000,-

Ternyata tidak.

Beberapa kali, ketika saya main ke sana, yang biasanya memang tak terencana dan tak terjadwal, sedang ada buah Nangka yang sudah dipetik. Saya ditawari bawa ke rumah. Biasanya saya bisa menolak dengan dalih:
1. Bawanya susah. Kan pulangnya naik bis atau kereta.
2. Kebanyakan. Kan makannya cuma berdua.

Dalih pertama akhirnya dipatahkan dengan ramai-ramai nganter saya pulang naik mobil kantor yang kebetulan waktu itu dibawa pulang sang menantu. 'Jalan-jalan ke rumah tante Erma' judulnya. Padahal naik mobil. Padahal cuma antar sampai rumah dan gak bisa mampir karena sudah malam. Padahal itu rumah orang, kan kontrak, bukan rumah saya.

Dalih kedua juga berhasil dipatahkan dengan informasi bahwa mertua saya ternyata suka Nangka nya. Manis, katanya. Ya iyalah, matang pohon. Saya lupa pada dialog apa keterangan ini saya sampaikan, meski ini memang benar adanya. Jadi, sebuah Nangka utuh cukuplah kalau dinikmati dua keluarga, meski masing-masing anggotanya hanya dua orang.

Gimana hati ini tidak hangat coba, kalau dapat pesan seperti ini di whatsapp:

Erma, ada Nangka matang nih. Belum dipetik. Kapan main ke sini?

--
Ternyata kalau posting dari Blogger for Android, pemisah paragrafnya hilang semua ya? Jadi sambung-menyambung menjadi satu itulah Indonesia. Plus, gambar atau foto secara default dipasang di akhir postingan ya. PR nih, harus edit lagi dari laptop.

Maaf ya buat yang terlanjur baca versi yang belum diedit.

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -