16 April 2015

Kembali lagi, dalam episode Ngedapur.

Sebagai koki rumah tangga kelas teri, saya senangnya masakan yang sekali bikin sudah mengandung sayur dan lauk sekaligus. Jadi gak perlu dua kali kerja gitu. Salah satu masakan yang memenuhi kriteria ini adalah Daging Paprika yang resepnya masih menyontek dari NCC. Monggo diklik link nya untuk resep aslinya.


Berhubung di rumah cuma berdua, porsi masakan saya hampir selalu buat 2 porsi saja. Masak banyak sekalian terus diangetin? Apaan tuh? Ahahahaha sombongnya... Gimana ya, si suami gak mau kalau makannya berulang gitu dua kali berturut-turut. Pengecualian dilakukan kalau memang masaknya sudah sedikit tapi masih bersisa. Hikmahnya, saya jadi (ehm) ahli masak buat 2 porsi saja. Please deh, jangan disuruh masak skala besar, bisa kacau balau rasanya nanti. Nah, dengan pengalaman seperti itu, berikut ini bahan-bahan yang dibutuhkan untuk memasak Daging Paprika untuk 2 porsi:

150 gr daging sapi has dalam, iris tipis. Ini minta dipotongin aja sama si penjual dagingnya ya. Bilang aja "sekalian iris tipis lebar ya bang" ke penjualnya. Dia biasanya akan menjawab "empal ya mbak". Dan saya akan menjawab "tipis lebar". Kalaupun dia jawab lainnya, saya tetap akan bilang tipis lebar. Ahahahaha, saya mah jago kalau mengulang-ulang jawaban kayak kaset rusak. Pilihan pertanyaan dari si penjual biasanya empal atau dendeng atau sabu-sabu. Kata mertua, has dalam itu gampang empuknya, saya sih iya-iya aja. Tapi sebagai tindakan jaga-jaga ya itu, saya minta diiris tipis sekalian. Terus nanti di rumah saya getok lagi pakai ulekan. Meski gak bisa ngulek, saya punya loh ulekan. Ngulek bumbu? Apaan tuh? *sodorin hand blender*. Kalau punya pemukul daging, silakan subsitusi fungsi ulekan saya di sini. Konon tindakan ini bertujuan memutus urat-urat yang biasanya bikin daging 'keras'. Oya, kalau sungkan/susah beli daging cuma 150gr, saya sih biasanya tiap beli 250 gr atau lebih dikenal sebagai "seperempat". Nanti itu bisa buat 2 kali masak deh.

1 buah Paprika, iris memanjang. Yang bikin cakep difoto sih paprika merah, kalau paprika hijau gelap jadinya. Ada juga paprika kuning dan oranye, tapi saya belum pernah coba. Kalau di pasar, harga paprika merah dan hijau sama, yang kuning lebih mahal. Entah di swalayan, belum ngecek.

1 buah bawang bombay, iris tipis. Saya biasanya milih bawang bombay yang ukurannya kecil atau sedang. Jadi bisa buat sekali masak, tak perlu nyimpan yang sudah dibelah.

Kecap manis, kecap asin, minyak wijen masing-masing 1 sdm.
3 sdm Saus teriyaki botolan.
1 sdm Bawang putih bubuk. Kalau rajin atau gak punya yang bubuk, bisa diulek dari 2 buah bawang putih kali ya, entahlah saya selalu pakai bubuk sih.
1 sdt garam.

Semua bahan kecuali paprika dan bawang bombay, diaduk lalu didiamkan 30 menit. Bisa ditinggal nonton Grey's Anatomy season 11.

Panaskan minyak, masukkan rendaman daging, masak pakai api kecil sampai daging empuk. Gimana taunya empuk apa enggak? Diambil sepotong lalu coba iris pakai sendok (iris sedikit aja), icip. Itu untuk ngecek empuk sekaligus rasa bumbunya sudah sesuai selera apa belum. Kalau belum empuk terusin masak dengan api kecil, kalau bumbu kurang terasa, saya biasanya nambahin saus teriyakinya. Jangan nambahin kecap manis ya, nanti jadi kaya semur.

Oh, dan saya juga suka nambahin garam, soalnya track record saya selalu menyatakan masakan saya "kurang garam". Kira-kira 15-20 menit lah durasi masak dagingnya sampai empuk.

Kalau rasa sudah pas dan daging sudah empuk, masukkan paprika dan bawang bombay, aduk-aduk sebentar sampai agak layu.

Angkat deh.

Silahkan dimakan.

Beef teriyaki nya HokhokBenben mah lewat deh. Menurut saya. Agak subyektif sih, secara saya kokinya ahahahaha. Tapi yang jelas, lebih murah loh daripada beli 2 porsi di sana.


Oh iya, punya foto waktu pakai paprika hijau juga. Gimana? Cakepan pakai yang merah kan?!

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -