10 Mei 2015

Beda sama ibu, saya sepertinya tidak punya bakat berkebun. Ehm, bakat. Dulu banget pernah gaya-gayaan bawa pohon kaktus yang dibeli waktu piknik ke Malang dalam salah satu sesi mudik, ke Jakarta naik kereta. Kaktusnya selamat dalam perjalanan ke ibukota, tapi tidak selamat dalam perawatan saya di rumah. Kaktus loh, tanaman yang katanya minim perawatan aja bisa hidup, di tangan saya, dia bisa bonyok dan busuk. Antara sedih dan malu gini mengakuinya.

Meski begitu, saya masih punya cita-cita punya halaman atau setidaknya kebun yang ditanami pohon buah (yang berbuah) dan pohon bunga (yang berbunga) cantik-cantik. Di Bintaro dulu, saya berkelit dengan alasan ini rumah gak ada sisa tanahnya babar blas. Semua diubin, mau berkebun di mana coba? Padahal sudah naksir pot-pot lucu di Ace Hardware yang mengklaim "pasti tumbuh". Sudah megang-megang pot (yang sudah termasuk bibit dan media tanam) Lavender,Sunflower, Mint, Tomato, tapi ya ditaruh lagi ke raknya. Habis semua minta "sinar matahari". Kudu ditaroh dimana coba?

Setelah menggeser ke Bintaro Sonoan Dikit, di bagian depan masih ada tanah-tanah yang (harusnya cukup untuk berkebun). Niat tapi berkelit tak henti-henti, itulah saya.
Ah, di situ kehujanan.
Ah, di situ suka dilewatin kucing.
Aku harus nanam apa?

Sementara saya berkelit ini itu, ibu mertua saya dengan gagahnya bilang "wih, biji cabe yang kemaren dilempar udah tumbuh tuh!". What? Beliau lempar biji cabe aja bisa tumbuh, aku piye? Tidak cuma cabe, beliau juga bilang ada daun kunyit yang juga hasil ngelempar sisa kunyit aja ke halaman.

Ih, berkebun tinggal lempar sisa-sisa aja gitu ya?

Gampang dong.

Saya pun melempar biji cabe, lemon,jeruk nipis, melon, apa aja deh yang bijinya gak kemakan, ke halaman. Apakah ada yang tumbuh? Oh tentu tidak!

Zzzz...

Gagal pakai metode lempar-lempar, saya beralih ke metode beli-beli. Balik dong ke Ace. Habis cap cip cup bingung-bingung beberapa kali kunjungan, akhirnya diputuskan untuk beli bibit Mint. Katanya dicelup ke teh tawar aja bikin segar teh nya. Wih, sudah mbayangin metik mint di meja ala Jamie Oliver gitu kalau masak.

Katanya tunas pertama akan tumbuh dalam 14-21 hari setelah disemai. Dan di hari ketujuh, sudah muncul daun hijau kecil-kecil nan lucu. Ihiy.

Eh, keliatan kan daun-daun yang imut itu?

Beberapa hari kemudian, makin banyak daun yang muncul. Senang dong, awalnya. Kemudian baca-baca lagi instruksi penanaman (yang untungnya masih saya simpan), katanya dalam satu pot, kasih 4-5 benih aja, dan kalau semuanya bertunas, pilih satu yang paling besar, sisanya dicabut. 

What?

Kemarin itu, saking imutnya si benih (yang keciiillllll banget kayak debu), saya sempat bingung bagaimana cara menghitung 4-5 benihnya. Plus, rekam jejak yang jelek dalam berkebun membuat saya agak pesimis juga akan tumbuh, jadi woss...saya tuang aja semua ke pot.

Ahahahahahahaha.

Sekarang puyeng deh mau diapain.

4 Responses so far.

  1. Di rumah saya pada tumbuh Mbak Erma, yang ngerawat malah papa mertua yang selalu telaten banget ngurusinnya. :D

  2. wih...keren ih papanya

  3. keblug says:

    hahahaha.... sini kirim ke sini... aku udah berhasil lho mempertahanin asoka *bangga setelah 6 tahun punya halaman yg numbuh rumput liar doang* :D :D :D

  4. no blogpost = hoax :p

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -