05 Mei 2015

Beberapa hari lalu, saya berbincang dengan adik sepupu yang galau ra uwis-uwis soal skripsinya. Galaunya sih karena skripsi tak kunjung selesai. Ini level galau yang sampe putus asa kayaknya, lha masak pas saya tawarin mau dibantu apa (yang sesungguhnya sambil mengharap dia menjawab "bantu doa aja deh mbak") eh kok ndilalah dia minta bantuin nambahin Bab 2. Itu kan dasar teori.

Dia kan anak Ekonomi.

Aku kan anak Teknik, yang sudah lulus 10 tahun lalu.

Daripada sesat berkepanjangan, akhirnya saya kasih nasihat aja. Eciye...nasihat, gayanya sok iyes banget nih neng Erma. Gakpapa deh, mudah-mudahan bermanfaat, buat dia, dan buat yang baca.

Saya bilang Don't stop.


Mungkin solusinya ada di langkah ke 100 dan kamu sekarang baru di langkah 95. Atau 25. Atau 99. Intinya terus cari jalan. Jangan putus asa. Jangan berhenti.

Saya pernah merasa agak putus asa, kok kayaknya usaha yang ini mentok, ga berujung ke hasil yang diharapkan. Kemudia saya menarik nafas lalu bilang "yakin, pasti ada hasilnya".

Di pengajian yang saya ikuti, pertanyaan ditulis di selembar kertas untuk kemudian dibacakan dan dijawab oleh ustad nya di sesi kedua. Dulu ketika lokasinya di masjid BI, layoutnya memungkinkan para wanita meletakkan kertas pertanyaan di meja. Kemudian ketika pindah ke masjid Al Azhar, layoutnya tidak memungkinkan. Jauh sekali jarak mejanya. Kadang ada yang berinisiatif mencari kotak/wadah untuk tempat pertanyaan dari wanita., kadang kotak itu tidak tampak. Ada kalanya saya punya pertanyaan yang bikin galau. Mengganjal di hati. Mengajukannya gimana coba? Saya sudah tuliskan ke kertas tapi tidak menemukan cara untuk membuatnya sampai ke meja depan. Andai ada merpati pos. Maka saya menghela nafas dan berdoa. Toh ustad nya juga cuma media penyampai dari NYA. Yakin saja dulu, kalau mencari jawaban di tempat yang tepat, insya allah akan dapat jawabannya.

Dan kemudian, dari salah satu pertanyaan yang sampai ke meja depan, ada pertanyaan yang mirip dengan pertanyaan saya. Atau pembahasan yang mampu menjawab pertanyaan saya.

Disana saya sering menghela nafas dan mengucap syukur berulang-ulang.

Pasti ada jalannya. Pasti ada jawabannya. Don't stop.

3 Responses so far.

  1. Memang gak boleh menyerah ya, harus terus berusaha :)

  2. Aku lulus kuliah 5.5 tahun Mbak, padahal anak Sastra.. Dan sempet sih bener-bener galau sampek mikir berenti kuliah aja, tapi alhamdulillah akhirnya ada kemudahan.. Semangat buat adeknya ya, Mbak :D

  3. @Alissa. Iya banget Lisa. Tapi kadang memang lebih mudah menulisnya daripada mempercayainya :)

    @Beby. Tuh, ternyata urusa skripsi emang bisa buat galau ya :)

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -