19 Oktober 2015

Setelah senang campur bingung melihat tunas-tunas mint bermunculan, akhirnya dengan ide sangat brilian saya memutuskan untuk memindahkan mint-mint cilik itu ke tray pembibitan. Itu loh yang kotak-kotak kecil berderet-deret untuk menaruh benih. Saya emang agak meleset metodenya, harusnya benih itu ditaruh di kotak-kotak ini, kemudian dipindahkan ke pot ketika agak besar. Saya malah kebalikannya. Biarin lah, anggap aja anti mainstream gitu.

Dengan gagah perkasa namun penuh kelembutan, saya pisahkan satu demi satu tunas mint untuk ditaruh di masing-masing kotak pembibitan. Niatnya satu kotak satu tunas, ternyata tunasnya banyak bener, akhirnya satu kotak diisi 2-3 tunas deh. Duh, latihan kesabaran banget tuh mindahinnya.

Tapi saya kan orangnya sabar.

Dan baik.

Dan rajin menabung.

Dan pintar.

Balik lagi ke Mint, akhirnya berhasil kok mindahin tunas-tunas itu, sambil ragu banget bakalan bertahan hidup apa enggak, secara masih letoy-letoy banget pas dipindahin, ada yang langsung rebahan kesenggol tanahnya pula. Zzzz...

Untungnya, dengan penuh kesabaran, saya siram dikit-dikit, setiap hari, dua kali sehari malah kalau lagi rajin. Nyiramnya juga pakai gelas ukur yang biasanya dipakai bikin kue. Turun tahta dia jadi gelas berkebun. Bukan karena saya mau mengukur jumlah airnya ya, tapi karena ini ada corongnya jadi air ga langsung mengguyur ke tanah dan tunas (langsing kurus letoy itu). Siram airnya asal basah aja.


Akhirnya, setelah beberapa waktu yang saya juga lupa nyatet, sebagian besar tunas itu bertahan hidup, membesar, meninggi, dengan banyak daun. Hore! Pindah ke pot deh. Beberapa pindah ke pot kecil, beberapa pindah ke botol air mineral yang sudah dibelah dua. Bukti kekreatifan saya dalam berkebun, nanti lah di postingan lainnya.

Berhubung punya banyak tanaman Mint yang ternyata mudah sekali tumbuh kembali meski sudah dipotong, jadi stok Mint dan tanamannya banyak terus. Dijual-jualin aja kali ya. Kalau dikasih cuma-cuma konon orang jadi suka gak serius gitu ngerawatnya. Nasib gratisan,

*kayak sendirinya serius banget aja ngerawatnya

Tapi bener loh, Mint ini gampang banget tumbuh kembali. Kalau rajin (dan kebanyakan waktu senggang) saya guntingin daun-daun yang sudah lebar, biasanya di bawahnya sudah ada calon daun kecil penggantinya. Daun-daun kecil itu nanti tumbuh lagi. Kadang saya gunting setangkainya, lalu gunting lagi per daun, dan sisa tangkainya ditancapkan lagi ke pot yang habis di'panen' atau ke kotak pembibitan lagi. Dapat calon tanaman baru deh. Ra uwis-uwis kan daunnya.

Ada yang mau....? Beli ya...

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -