19 Oktober 2015

Cukup lama gak beli buku karena keasyikan baca feedly.

Makin kesini, saya makin merasa kurang berani, kurang minat, coba-coba baca buku dari penulis yang belum saya kenali. Bukan artinya saya ngefans berat dengan penulis-penulis tertentu ya. Entah kenapa saya merasa cerita novel begitu-begitu mulu. Biar gitu, tetap kangen baca novel. Setelah melewatkan Twivortiare 2 dengan sadar, saya memutuskan buku Critical Eleven ini jadi incaran saya belanja buku berikutnya. Untungnya ini keputusan yang tepat.

PoV yang bergantian antara Anya dan Ale (dua tokoh utama novel ini) bikin saya ingin baca terus karena penasaran. Penasaran ingin tahu apa sih yang terjadi di masa lalu, dan apa yang akan terjadi selanjutnya. Perkenalan Anya dan Ale di pesawat pasti jadi impian kita-kita yang sering berpergian dengan pesawat. Ketemu lawan jenis yang menarik dalam penerbangan panjang, ngobrol asyik sepanjang waktu, tukeran nomor telepon, dan dilanjut di negara asal. Tipikal. Meski begitu saya masih terima kisah tipikal ini, karena tokoh-tokohnya buat saya masih normal membumi. Gak cantik jelita kebangetan atau ganteng gagah ampun-ampunan. Maafkan pembaca rata-rata yang suka iri hati dengan tokoh novel ya hihihi.

Ika Natassa ini kalau bikin tokoh novel gak tanggung-tanggung, penggambarannya bikin pembacanya penasaran ini diinspirasi dari sosok nyata atau bukan. Mana pakai pemanasan dibuatkan account twitternya pula.

Anya dan Ale yang awalnya seperti tokoh impian dan menjalani cerita impian tahu-tahu digambarkan saling diam-diaman, meski masih serumah, dan masih menikah. Ini apa maksudnya coba? Gak pakai dikasih tanggal pula ceritanya, jadi saya gak ngeh kalau yang diceritain itu urutan setting waktunya seperti apa.

Setelah sempat menduga asal muasal masalah mereka berdua (dan ternyata dugaan saya salah), ternyata ini toh yang menjadikan pasangan yang awalnya cocok klop saling cinta setengah mati kini jadi dua orang yang saling diam-diaman. Begitu petunjuk kuncinya muncul, mulai mudah diduga masalahnya. Meski begitu tetap penasaran juga akhirnya bagaimana ini nasib Anya-Ale. Untungnya happy ending, meski sedikiiiit agak bisa diduga juga sih endingnya. Gak apa-apa, dimaafin, saya nya aja kali ya kebanyakan nonton film jadi koleksi ending film cukup banyak di kepala hehehe.

Sukses tanpa spoiler kan ya? Bisa jadi review kan ya ini postingan? Bukan ringkasan buku kan?

Gambar dari Gramedia.

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -