30 November 2015

Kemarin, SMA saya ngadain reuni satu angkatan. Kami lulus tahun 2000. Itu 15 tahun yang lalu. Sungguh angka membuat diri merasa tua.

Saya bukan penggemar acara reuni-reuni, lebih senang ketemu berdua, bertiga, atau berempat lah. Ngobrol lebih nyambung, janjian lebih gampang, ingatan lebih baik dan gak perlu ketemu sama yang gak pengen ditemui ahahahaha. Tapi, dengan asas efektifitas, enak juga ketemuan dalam moda reuni, gak capek janjian satu-satu, dan gak perlu misahin grup.

Di jalan, suami (yang tentunya cuma bersedia ngantar doang) nanya, "ini yang kemaren ketemuan di Ngopi Doeloe itu?".

"Bukan, itu mah temen SD". Dan kemudian dia kagum gitu ahahahaha. Puk puk suami yang temen SD-SMP-SMA nya tersebar di Pekanbaru dan Surabaya, terus dia nya kuliah di Bandung dan kerja di Jakarta.

Balik ke reuni yang SMA, euforia pasca reuni masih terasa di WA grup yang terus-menerus ada notifikasi baru. Maklum, topiknya masih hangat, ketambahan beberapa anggota baru, dan belum ada yang 'ngiri' (terjemahan 'left').

Beberapa minggu sebelum acara, saya ngorol dengan seorang teman yang cukup dekat waktu SMA. Kami ngobrol soal rencana reuni dan datang tidaknya masing-masing dari kami ke acara itu. Perempuan ya temennya.

"Gue rada gak pede. Nikah belum, kerjaan gini-gini aja", ujar dia. Padahal ya, teman saya ini orangnya cukup dikenal waktu SMA (dan mudah dikenali juga wajahnya). Dia sendiri juga mengakui pengen ketemu si A, si B, si C, teman-teman kami yang sudah cukup lama tidak pernah ditemuinya. Saya kurang paham dengan ketidakpedeannya. Sebagai istri rumah tangga yang belum punya anak, 'menangnya' saya dari dia kan cuma di bagian Menikah nya aja. Dan saya berencana datang dengan santai dan bahagia aja. Tentu sebelumnya sudah tanya-tanya siapa aja teman-teman yang saya kenal dekat dan akan datang. Istilah saya, jadi jangkar saya, biar gak bengong bingung mau ngobrol sama siapa disana.

Untungnya, teman saya ini akhirnya memutuskan datang, dan (saya rasa) kekhawatiran dia gak terbukti. Terlalu banyak orang dan terlalu sedikit waktu untuk bombardir pertanyaan standar yang dia takutkan. Itu loh, trio:
Kerja di mana
Udah nikah belum
Anaknya berapa

Ya tetap sih pertanyaan-pertanyaan itu muncul, tapi dijawab dengan apa adanya juga cukup, karena kalau memang masih lanjut ngobrolnya maka bahasan berikutnya biasanya: dulu pernah sekelas di kelas berapa, sekarang tinggal di mana, dan datang ke sini sama siapa, kemudian tanya deh "si D mana? si E gak datang? si F udah keliatan?". D E F ini biasanya berkisar antara mutual friend (yang sama-sama sekelas dulu), atau teman dekat (sahabat gitu), atau...

...mantan pacar.

Doenk.

Ahahahaha. Ketawa geli aja deh jawabnya. Gak usahlah dibawa serius, lha yang nanya juga cuma iseng becanda aja. Lucunya, saya dan si teman di atas itu kebetulan punya mantan yang namanya sama. Sebut saja si Donat (bingung juga ya, kalau perempuan pakai bunga, masak kalau laki pakai hewan, kok rada gak tega). Orangnya sih beda, kalau Erma sih cuma ada saya doang di tahun itu, eh sekarang di komplek malah ada dua mba Erma ahahahaha. Jadi ada tuh berapa kali saya lagi berdua sama si teman, lalu ada yang menyapa,

"Eh, si Donat mana?".

Saya sih konsisten menjawab dengan ketawa geli, karena sungguh terasa lucu dan menggemaskan bahwa 15 tahun berlalu dan identitas kami masih ditempelkan dengan pacar kala itu. Temen saya sih balik nanya,

"Donat yang mana nih? Donat nya Erma apa Donat nya gue?".

Lah, dia malah diterusin. Lha wong dua-dua nya juga kita gak tau ada di mana, bersama siapa dan berbuat apa.

Nulis ini kok jadi pengen donat ya.

Donat makanan.

Ini foto reuni kemarin, maafin ya miring sedikit, maklumin aja, ini kan foto yang difoto (ngerti? bingung?). Hayo, saya yang mana hayo?


Nah kalau yang ini, versi tahun 2000. Gak usahlah cari saya yang mana, lha saya nya sendiri juga belum berhasil menemukan muka saya sendiri di sebelah mana.


Kalau kamu, lulus SMA berapa tahun lalu?

6 Responses so far.

  1. 11 tahun lalu lah ya.. lah kog ga ada reuni 10 tahunan ini? Sekolah apa sih...

  2. Kok 11 sih? Kan lulusnya tahun 2000 Capcai.. Kalo SMA biasanya angkatannya dari lulusnya, tapi kalau kuliahnya dari masuknya.
    Ini misteri bagaimana si Capcai itung 11 :p

  3. Aku lulus 2001 :D

    Ini lg rame2 jg di grup fb mo reunian tahun ini, tapi gak tau deh mo dtg ato gak, soalnya tar mudik pasti banyak acara sama keluarga :D

  4. aduh ada yang lebih muda dari akuh ternyata

  5. Unknown says:

    Hebat jaman dulu sudah ada drone... *gagalfokus

  6. Gak pakai drone. Cukup naik aja dari lantai dua sekolah :D

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -