27 November 2015



Yeay baca buku lagi, sampai selesai. Meski novel lama, tapi tak apa deh, toh belum pernah ditulis disini review nya.

Seperti novel John Grisham lainnya, settingnya dunia hukum, meski kali ini tokoh utamanya seorang editor koran lokal. Ceritanya tentang kasus perkosaan dan pembunuhan di kota itu yang menghukum Danny Padgit pelakunya, hukuman seumur hidup. Sebelum putusan dibacakan, Danny menyatakan ancamannya kepada juri jika berani memutus bersalah pada dirinya. Sebenarnya, Jaksa menuntut hukuman mati untuk Danny, namun putusan hukuman mati harus dibuat dengan suara bulat. Ini, yang mungkin tidak dicapai oleh anggota juri dengan berbagai latar belakang.

Danny akan menghabiskan sisa hidupnya di penjara, kira para juri dan masyarakat. Willie, sang editor koran lokal yang terus mengikuti persidangan demi berita untuk korannya, diberitahu seorang rekan wartawan bahwa seumur hidup artinya 20 tahun, atau bahkan bisa juga 10 tahun, karena terdakwa bisa mengajukan pembebasan bersyarat. Willie tidak menyebarkan informasi ini ke siapapun. Apalagi karena Callie, salah satu juri, adalah teman baiknya.

Benar saja, di tahun kedelapan Danny mendapat pembebasan bersyarat, Tidak lama diikuti dengan kematian seorang anggota juri. Ia ditembak dari jauh, Semua menuduh Danny pelakunya, tapi tidak ada bukti yang menguatkan.

Kemudian seorang anggota juri lainnya mendapat kiriman peledak, yang berhasil diketahui sebelum berhasil meledak. Meski selamat, tetap saja juri ini khawatir dengan keselamatannya. Demikian pula anggota juri lainnya. Callie, yang bertahun-tahun tidak mau cerita tentang proses pengambilan keputusan para juri sekian tahun lalu, akhirnya cerita ke Willie bahwa saat itu, ada tiga orang juri yang tidak menyetujui hukuman mati untuk Danny, sehingga akhirnya Danny mendapat hukuman seumur hidup. Satu dari tiga orang tersebut adalah juri yang mati ditembak tadi. Juri yang dikirimi bahan peledak, juga satu dari tiga orang tersebut. Satu orang lainnya sudah meninggal beberapa tahun sebelum Danny dibebaskan.

Loh, bingung dong, kok yang 'menyelamatkan' dari hukuman mati, malah dibunuh? Lalu dikirimi peledak?

Seru ya buat saya, karena bacanya sambil mikir, kenapa Danny memilih orang yang menolak hukuman mati buat dia? Apa dia tidak tau komposisi putusan juri kala itu, jadi ya random aja balas dendamnya. Lalu, karena pembunuhan juri pertama dan ancaman ke juri kedua itu minim bukti, gimana caranya menggiring Danny kembali ke penjara?

Anyway, Danny akhirnya ditangkap dan dimajukan ke sidang. Pada sidang pertamanya, seseorang Danny tertembak di kepala, langsung meninggal. Loh, siapa lagi ini yang nembak?

Runyam bener saling bunuh gini.

Endingnya lumayan tidak terduga, seru juga. Tapi agak lama ya bacanya, soalnya sambil 'menunggu' Danny dibebaskan, pakai diceritakan soal pemilihan walikota lah, penyatuan sekolah bagi kulit putuh dan kulit hitam lah, Willie beli rumah besar lah, renovasi rumah Willy lah, tawaran pembelian koran Times lah. Kalau saya sih bagian-bagian tersebut ringan aja ngeloncatinnya. Untung bacanya versi terjemahan, jadi bisa dibaca sambil lewat aja.

Jadi, siapa pembunuh juri? Apa bener Danny? Kalau dia, lalu siapa pembunuh Danny, dan apa alasannya?

Lumayan mengobati rindu baca novel. Walhasil, selesai baca novel ini, saya ambil novel John Grisham lainnya.
Gambar diambil dari BukuKita.

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -