26 Februari 2016

Apa yang kalian pikirkan saat ada panggilan telepon masuk dari keluarga, yang biasanya tidak pernah telepon. Kalau saya, bikin mulut ini langsung merapal basmalah sambil berdoa semoga yang disampaikan adalah kabar menyenangkan. Karena biasanya, kabar buruk lah yang membuat orang menghubungi kita secara personal. Kalian juga? Atau itu hanya saya aja?

Beberapa waktu lalu, keluarga saya ada yang ditimpa kesulitan. Musibah. Well, musibah itu bisa jadi hukuman bisa juga kesempatan memperbaiki diri. Saya anggap ini keduanya. Toh ini bukan hanya musibah bagi yang mengalami langsung, karena bagi saya, ini musibah saya juga. Selama beberapa waktu, jantung saya berdegup lebih cepat jika ada panggilan masuk dari nomor tertentu.

Gak diangkat, gak menyelesaikan masalah. Hanya menunda saja. Plus, tidak tega rasanya mengabaikan orang yang sedang membutuhkan.

Diangkat, mental rasanya belum siap menerima kabar buruk. Tapi takdir masak bisa ditolak sih?

Saking gak beraninya, saya selalu mematikan dering ponsel saat tidur. Terbangun karena dering ponsel saat lagi tidur, untuk nerima kabar (yang biasanya buruk), sungguh sangat gak enak. Jadi, lari lah dari kenyataan sesaat. Baru saat sudah bangun tidur, cuci muka, solat, dan tegak berdiri, baca lagi bismillah lalu buka ponsel. Lagi-lagi berdoa semoga tidak ada kabar buruk terjadi saat sedang tidur tadi.

Ah cemen.

Kalau sedang tidak tidur, tidak ada alasan untuk mematikan dering. Buat apa punya ponsel kalau tidak bisa dihubungi langsung kan? Jadi ya itu tadi, ketika telepon berbunyi, mari kita baca bismillah dan berdoa "mudah-mudahan kabar menyenangkan". Kabar menyenangkan apa aja, saya terima deh.


Nah sekarang, saya mau mengajak teman-teman, yuk saling menghubungi untuk menyampaikan kabar menyenangkan.

Yuk saling menanyakan kabar iseng-iseng aja.

Yuk saling berbincang hal-hal ringan meski sebentar.

Yuk saling ngasih tau info-info bagus dan menyenangkan.

Yuk saling bercanda-canda dan ketawa-tawa.

Yuk saling berbagi kabar menyenangkan.

Biar saya gak parno setiap ada telepon masuk atau colekan personal di wa atau sms.

Mau ya?

Gambar dari sini.

Eh itu dapat gambarnya kok dua perempuan asik duduk ngobrol di luar ruangan gitu ya. Enak tuh kayanya. Saya beberapa kali ketemuan sama teman wanita, ga berhasil duduk ngobrol di luar ruangan gitu deh. Sama si Capcai di mall melulu, sama neng OK juga malah di toko roti. Kapan kurus aku?Yuk janjian ketemuan lagi, tapi cari tempat yang kayak di foto, gimana?

- Copyright © Feel... Think... Write... - Skyblue - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -